BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar Kuartal IV 2026

BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar Kuartal IV 2026
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance tengah menyiapkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal IV 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi bisnis pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap persiapan. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan perusahaan serta kondisi pasar agar dapat dijalankan secara optimal dan prudent.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Melanjutkan Rekam Jejak di Pasar Obligasi

Rencana ini bukan yang pertama bagi BRI Finance. Perusahaan sebelumnya telah tiga kali menerbitkan surat utang, yakni Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025. Dalam menentukan waktu penerbitan, manajemen mempertimbangkan sejumlah indikator seperti pergerakan suku bunga acuan, perkembangan yield, minat investor, kebutuhan likuiditas, hingga kesesuaian tenor pendanaan dengan profil aset perusahaan.

Di tengah BI Rate yang saat ini berada di level 5,75%, biaya pendanaan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan momentum penerbitan. Perusahaan menyatakan akan terus memantau perkembangan suku bunga dan pricing di pasar sebelum mengeksekusi rencana tersebut, sembari menjaga efisiensi cost of fund dan kecukupan likuiditas.

Pasar Surat Utang Multifinance Masih Lesu

Rencana BRI Finance ini muncul di tengah tren penurunan penerbitan surat utang di sektor multifinance. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang multifinance hingga Juli 2026 tercatat Rp14,57 triliun, turun 41,8% secara tahunan dibandingkan Rp25,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini jauh lebih dalam dibandingkan koreksi total penerbitan surat utang korporasi yang turun 16,2% secara tahunan menjadi Rp112,31 triliun, sehingga kontribusi sektor multifinance terhadap total penerbitan surat utang korporasi turun menjadi sekitar 13% dari sebelumnya 18,7%.

Meski demikian, BRI Finance menyatakan tetap membuka peluang pendanaan melalui pasar obligasi secara disiplin, dengan mengedepankan keseimbangan antara dukungan pertumbuhan pembiayaan, kecukupan likuiditas, dan efisiensi biaya pendanaan.

Sumber: BRI Finance (PT BRI Multifinance Indonesia).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan