
Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, S.T., M.Sc., menerima penghargaan Tokoh Filantropi 2026 dalam rangkaian Kabar Award 2026 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada 11 September 2026. Penghargaan ini diberikan atas konsistensinya membangun gerakan filantropi yang menekankan pelayanan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar bantuan sesaat.
Beragam Program Sosial
Selama enam tahun terakhir, Anita bersama Yayasan Rintisan Amal Bunda mengembangkan sejumlah program yang menyasar kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga pendampingan kelompok rentan. Salah satu program andalannya adalah Papan Sedekah Sayur, yang mempertemukan hasil pertanian dari petani dengan masyarakat yang membutuhkan bahan pangan, sekaligus membangun ekosistem berbagi yang melibatkan banyak pihak.
Perhatian terhadap lansia diwujudkan lewat program Rumah Sahabat Lansia, yang memberikan pendampingan kesehatan dan perlindungan sosial bagi para lanjut usia agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tetap didampingi dalam keseharian mereka. Di bidang kesehatan, yayasan ini juga berkolaborasi dengan PLN Indonesia Power dan Puskesmas Adipala untuk menggelar layanan khitan gratis bagi anak-anak di Cilacap.
Jangkauan hingga Jutaan Penerima Manfaat
Sejak berdiri enam tahun lalu, program-program Amal Bunda tercatat telah menjangkau sekitar 3,74 juta penerima manfaat dengan dukungan ratusan relawan perempuan. Anita menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan tujuan akhir, melainkan pengingat untuk terus memperluas dampak dan mengajak lebih banyak pihak—mulai dari komunitas, dunia usaha, hingga fasilitas kesehatan—untuk terlibat dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Catatan Redaksi. Filantropi yang menekankan pemberdayaan berbeda dari donasi karitatif biasa, karena penerima manfaat dilibatkan dalam proses jangka panjang, seperti pendampingan lansia atau ekosistem petani-penerima, bukan sekadar menerima barang sekali kirim. Kolaborasi yayasan dengan BUMN seperti PLN Indonesia Power dan fasilitas kesehatan publik seperti puskesmas juga mencerminkan pola umum program tanggung jawab sosial di Indonesia, yang biasanya menggabungkan pendanaan korporasi dengan jaringan pelayanan pemerintah agar bantuan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sumber: Yayasan Rintisan Amal Bunda.





