4 Juni 2026 – Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman) turut memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan vokasi melalui partisipasinya dalam rangkaian kunjungan akademik dan forum internasional di Rusia, termasuk dalam ajang Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Forum yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada 12–17 Mei 2026 ini menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas kerja sama pendidikan, teknologi, industri, serta pengembangan sumber daya manusia antara Rusia dan negara-negara dunia Islam, termasuk Indonesia.
Dalam momentum tersebut, Polman Bandung menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi Indonesia yang menjajaki penguatan kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber asal Rusia. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan talenta teknologi dan cybersecurity melalui pendekatan pendidikan yang lebih aplikatif, selaras dengan karakter Polman sebagai institusi vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri.
Kehadiran Polman Bandung dalam agenda ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pertukaran akademik, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, kolaborasi riset terapan, hingga penguatan kompetensi mahasiswa dan dosen di bidang teknologi, manufaktur digital, dan keamanan siber. Selain mengikuti forum, delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan di Rusia, sehingga membuka ruang dialog lebih konkret mengenai model pembelajaran, riset, dan pengembangan teknologi masa depan.
Yogi Muldani Hendrawan, M.T., Ph.D, Head of Management & Development Majalengka Campus, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (PMS-ITB), menyampaikan bahwa partisipasi Polman Bandung dalam kunjungan ke Rusia menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan kerja sama internasional, khususnya dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis teknologi.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai peluang strategis bagi Polman Bandung untuk memperluas jejaring internasional, terutama dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Melalui kolaborasi dengan Positive Technologies dan institusi pendidikan di Rusia, kami berharap dapat membuka ruang kerja sama yang lebih konkret, baik dalam bentuk pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa, pengembangan riset terapan, maupun penyelarasan kurikulum dengan perkembangan teknologi, termasuk cybersecurity. Pengembangan teknologi cybersecurity merupakan langkah Polman Bandung dalam mewujudkan pendidikan vokasi manufaktur berbasis industry 4.0 yang mana cybersecurity menjadi salahsatu teknologi kunci dalam implementasi industry 4.0.” ujar Yogi Muldani Hendrawan, MT., Ph.D
Ia menambahkan bahwa keunggulan Polman Bandung sebagai institusi vokasi terletak pada kedekatannya dengan praktik industri. Karena itu, kerja sama internasional seperti ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi juga dapat berkembang menjadi program-program nyata yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, dan ekosistem industri.
Elena Grishaeva, Regional Director for Southeast Asia at Positive Technologies, menyampaikan bahwa kemitraan dengan universitas dan institusi pendidikan di Indonesia merupakan bagian dari komitmen Positive Technologies dalam membangun komunitas talenta cybersecurity yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara.
“Talenta cybersecurity yang terampil sangat penting untuk membangun ketahanan siber bagi perusahaan, industri, maupun negara. Melalui kemitraan dengan universitas dan institusi pendidikan di Indonesia, Positive Technologies ingin berbagi keahlian dan memperkuat komunitas ahli cybersecurity yang mampu menghadapi ancaman siber di tingkat regional maupun global,” ujar Elena Grishaeva

Melalui partisipasi dalam KazanForum dan rangkaian kunjungan akademik di Rusia, Polman Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pendidikan vokasi Indonesia dalam menjawab tantangan industri masa depan. Kolaborasi dengan Positive Technologies diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran teknologi dan keamanan siber yang lebih terintegrasi, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.





