Jakarta, 04 Mei 2026 – Jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 20,34 juta pada Desember 2025, tumbuh dari 12,16 juta pada 2022. Lebih dari separuh basis investor tersebut atau 54,24% berusia di bawah 30 tahun, sementara 48,75% berpenghasilan bulanan di bawah Rp10 juta. Komposisi yang didominasi anak muda ini membentuk karakter permintaan yang berbeda, dimana aksesibilitas platform digital, kemudahan onboarding, dan fitur yang relevan bagi investor dengan modal terbatas menjadi faktor kompetitif yang semakin menentukan di industri sekuritas.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merespons pergeseran ini melalui pengembangan platform investasi digital BRIGHTS dan program literasi pasar modal berskala nasional. Dalam dua tahun terakhir, strategi ini menghasilkan pertumbuhan operasional yang signifikan sekaligus mendapat validasi dari dua lembaga industri secara bersamaan pada 2026.
FinanceAsia, publikasi keuangan yang menjadi referensi komunitas investasi di kawasan Asia, memberikan penghargaan Best Domestic Securities Services 2026 kepada BRIDS, penilaian atas kualitas layanan sekuritas secara menyeluruh. Pada periode yang sama, Warta Ekonomi Research and Consulting (WERC) menetapkan BRIDS sebagai peraih The Most Innovative Digitalization of Securities dalam ajang Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026, dengan metodologi penilaian mengacu pada kerangka Digital Maturity Assessment Blueprint (DMAB) yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pengakuan dari dua lembaga dengan perspektif yang berbeda, yaitu dari sisi kualitas layanan dan inovasi digital, menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan berdampak nyata. Segmen investor muda yang melek digital akan terus menjadi motor pertumbuhan pasar modal Indonesia, dan infrastruktur digital yang dibangun hari ini adalah prasyarat untuk berkompetisi secara berkelanjutan di segmen tersebut,” ungkap Plt. Direktur Utama BRIDS Fifi Virgantria.
Dalam beberapa tahun terakhir, BRIDS konsisten dalam mengembangkan BRIGHTS sebagai platform multi-investasi yang mengintegrasikan transaksi saham, obligasi, dan reksa dana dalam satu aplikasi tanpa minimum deposit. Platform ini dilengkapi fitur Rekomendasi Saham berbasis profil risiko, Smartinvest Reksa Dana untuk optimasi dana idle di RDN, dan Multievent Order untuk eksekusi otomatis, dirancang agar investor pemula dapat bertransaksi tanpa perlu memantau pasar secara aktif.
Dampak digitalisasi ini tercermin langsung dalam kinerja operasional BRIDS. Dari sisi aktivitas platform, volume transaksi ekuitas pada BRIGHTS tumbuh 1.327% secara tahunan, sementara jumlah nasabah aktif bertransaksi meningkat 162%. Secara bisnis keseluruhan sepanjang 2025, total nasabah ritel tumbuh 20%, rata-rata nilai transaksi harian ritel naik 101%, dan kanal online ritel melesat 134%. Fitur SmartInvest Reksa Dana mencatat pertumbuhan AUM 343% sepanjang 2025.
Inovasi produk digital saja tidak cukup bila tidak diimbangi peningkatan literasi pasar. Sejak Januari 2025 hingga Maret 2026, BRIDS telah menyelenggarakan 1.918 sesi edukasi pasar modal yang menjangkau 84.331 partisipan di berbagai wilayah Indonesia, melalui program Sapa Mentari, SKRINBAR, EDUVEST, dan Roadshow Eduvest.
Selain itu, BRIDS juga rutin menyelenggarakan Education Day setiap hari Kamis, yang dilaksanakan serentak oleh seluruh cabang BRIDS di seluruh Indonesia secara masif. Skala ini menempatkan BRIDS sebagai salah satu perusahaan sekuritas yang aktif dalam agenda literasi pasar modal nasional, yang mana selaras dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang dicanangkan OJK sebagai gerakan literasi dan inklusi keuangan berskala nasional.





