Tokyo, 23 April 2026 — Duo hip-hop asal Jepang, Creepy Nuts, menutup babak penting dalam perjalanan karier internasional mereka setelah resmi merampungkan tur utama perdana di Amerika Utara. Pencapaian ini sekaligus menandai transformasi mereka dari fenomena viral global menjadi kekuatan tur internasional yang terbukti di panggung dunia.
Tur tersebut diawali dengan penampilan bersejarah di Coachella Valley Music and Arts Festival 2026, di mana Creepy Nuts dipercaya sebagai penutup panggung Gobi selama dua akhir pekan berturut-turut, yakni 10 dan 17 April. Kehormatan ini tergolong langka, terutama bagi musisi hip-hop yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Jepang.

Pada penampilan akhir pekan pertama, duo ini membakar semangat penonton dengan lagu-lagu hits seperti Bling-Bang-Bang-Born dan Otonoke. Tanpa kompromi bahasa, mereka menghadirkan rap Jepang dengan energi tinggi yang dipadukan dengan teknik DJ kelas dunia. Penampilan tersebut bahkan masuk dalam daftar “10 Best Performances of Coachella Day 1” versi Billboard, menegaskan dampak kritis mereka di pasar Amerika Serikat.
Momentum itu berlanjut ke konser utama di dua kota besar. Pada 13 April, mereka tampil di Hammerstein Ballroom, New York, disusul dua hari kemudian di The Auditorium, Chicago. Antusiasme penonton terlihat jelas, dengan banyak penggemar melantunkan lirik dalam bahasa Jepang secara penuh—sebuah indikasi kuat bahwa basis penggemar mereka telah melampaui sekadar angka streaming.
Kembali ke Coachella pada akhir pekan kedua, Creepy Nuts meningkatkan skala pertunjukan. Di tengah paduan suara massal penonton, mereka memperkenalkan secara langsung lagu terbaru berjudul Fright. Lagu yang dirilis secara digital pada 10 April itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam set mereka, sekaligus memperkenalkan arah musikal terbaru kepada audiens internasional.
“Fright” ditulis sebagai lagu tema untuk drama TBS Toki Sude ni Osushi!?. Karya ini menggambarkan ketegangan emosional saat menghadapi ketakutan dan ketidakpastian. Rapper R-Shitei menghadirkan lirik yang introspektif namun tajam, berpadu dengan produksi atmosferik dari DJ Matsunaga. Hasilnya adalah komposisi yang seimbang antara kerentanan dan presisi artistik.

Tur Amerika Utara tersebut ditutup pada 19 April di Pabellón Oeste, Mexico City, dengan respons meriah dari penonton. Dalam lima penampilan besar—termasuk dua slot penutup di Coachella—Creepy Nuts membuktikan bahwa kesuksesan mereka bukanlah hasil satu momen viral semata, melainkan buah dari konsistensi performa langsung dan autentisitas budaya.
Di luar panggung, capaian mereka juga terus meningkat. “Bling-Bang-Bang-Born” telah melampaui 900 juta stream global dan menembus 10 besar tangga lagu Billboard Global 200. Sementara itu, “Otonoke” memuncaki Billboard Japan Global Japan Songs Excl. Japan Year-End Chart. Kedua lagu tersebut juga meraih sertifikasi Gold dari Recording Industry Association of America, menjadikan Creepy Nuts sebagai artis Jepang pertama yang menerima penghargaan tersebut untuk dua lagu berbahasa Jepang.
Sebelumnya, pada 2025, mereka sukses menggelar konser di Tokyo Dome dengan sekitar 50.000 penonton, serta menyelesaikan tur Asia di berbagai kota besar. Debut mereka di Coachella 2026 sekaligus tur Amerika Utara kini memperkuat posisi mereka di pasar Barat.
Creepy Nuts tidak sekadar mengekspor hip-hop Jepang sebagai produk budaya. Mereka menghadirkannya secara utuh, tanpa penyesuaian berlebihan terhadap selera global. Di tengah industri musik yang kerap menuntut kompromi bahasa, langkah mereka justru menunjukkan bahwa kekuatan identitas budaya dapat melintasi batas geografis.
Dengan tur internasional yang sukses dan rilisan baru yang terus mendapat sambutan positif, Creepy Nuts kini berdiri sebagai simbol baru globalisasi musik—bukan dengan mengaburkan identitas, melainkan dengan menegaskannya.





