Cilegon, 2 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group(KRAS) mempertegas komitmen operational excellence dengan capaian produksi yang menembus angka 120 ribu ton pada Maret 2026. Capaian impresif ini merupakan bagian dari implementasi strategi “KRAS Reborn” guna mendukung visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian industri nasional dan percepatan hilirisasi.
Hal tersebut ditegaskan jajaran Direksi Krakatau Steel dalam forum ngobrol bareng bersama Direksi Kraktaau Steel Group dan karyawan pabrik Hot Strip Mill (HSM) dan Cold Rolling Mill (CRM) di Cilegon pada Selasa (31/3). Agenda ini menjadi momentum penguatan militansi dan soliditas seluruh insan perseroan dalam mengawal transformasi perusahaan.
Kepemimpinan Melayani dan Pemulihan Fundamental Keuangan
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menekankan pentingnya budaya “Kepemimpinan Melayani”. Ia membuka akses komunikasi langsung bagi seluruh karyawan guna mendorong budaya speak up dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) di setiap lini.
“Seluruh insan Krakatau Steel Group harus memiliki ruang untuk menyampaikan masukan dan solusi. Saya membuka pintu komunikasi kapan pun, karena transparansi adalah fondasi penguatan organisasi kita,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan Chairman ALFI/ILFA.

Lebih lanjut, Dr. Akbar Djohan menjelaskan bahwa transformasi fundamental dan transparansi keuangan menjadi kunci pemulihan. Krakatau Steel Group berhasil mencatatkan tonggak sejarah melalui restrukturisasi utang dengan efisiensi (diskon) hingga 80%. Langkah strategis ini berhasil membalikkan kondisi keuangan perusahaan dari kerugian besar di masa lalu menjadi raihan profit signifikan pada tahun buku 2025.
Akselerasi Kinerja Operasional dan Efisiensi Terukur
Direktur Infrastruktur dan Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menambahkan bahwa volume produksi 120 ribu ton pada Maret 2026 adalah hasil kerja kolektif yang solid. “Kinerja ini menjadi basis kuat bagi Perseroan untuk mengejar target profit sebesar USD 115 juta pada tahun 2026,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sidik turut memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inisiatif efisiensi di lapangan, di antaranya penghematan Waste Pickle Liquor (WPL) di pabrik CRM senilai Rp1 miliar, optimalisasi learning curve tim HSM dalam mitigasi kendala produksi, hingga peningkatan kualitas packing ekspor.

Dirinya turut menyampaikan bahwa saat ini, Perseroan tengah menyusun peta jalan (roadmap) modernisasi fasilitas produksi guna meningkatkan keandalan dan daya saing Krakatau Steel di pasar global.
Dedikasi Kualitas dan Penguatan Karakter Militansi
Sebagai wujud nyata dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi aset, manajemen Krakatau Steel Group menginstruksikan optimalisasi pemanfaatan gudang secara menyeluruh. Dengan memastikan seluruh produk baja, baik koil maupun plat tersimpan dengan standar keamanan tinggi di dalam ruangan, Perseroan menjamin setiap produk yang diterima pelanggan senantiasa dalam kondisi prima dan terlindungi sepenuhnya dari faktor cuaca.
Langkah ini mempertegas komitmen Krakatau Steel Group dalam menghadirkan produk baja nasional dengan standar keandalan tertinggi. Guna menyelaraskan langkah, Perseroan juga menyatukan indikator kinerja melalui standarisasi “Satu KPI Krakatau Steel”. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh unit kerja bergerak dalam satu komando dan memiliki tanggung jawab kolektif terhadap target besar perusahaan.

“Kami mengajak seluruh karyawan untuk menumbuhkan militansi dan kebanggaan dalam menjaga setiap inci produk yang kita hasilkan. Dengan semangat kebersamaan ini, kami optimistis Krakatau Steel tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan usaha, tetapi juga terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional hingga puluhan tahun ke depan,” pungkas Dr. Akbar Djohan.





