
Jakarta, 27 Maret 2026– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 10 ruas jalan tol fungsional sepanjang 291,13 kilometer dan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) untuk mendukung kelancaran arus mudik serta balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta mengatakan, pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional secara terbatas tersebut bertujuan mengurai potensi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama mudik dan meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.
“Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujar Menteri Dody.
Kesepuluh ruas tol konstruksi yang difungsionalkan itu tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Di Sumatera, terdapat tiga ruas sepanjang 90,73 km yang disiapkan. Ruas tersebut meliputi Tol Ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang ±24,67 km dengan progres ±94,25% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara itu ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres 90–91% juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang ±12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan.
Sementara di Pulau Jawa, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan enam ruas sepanjang 148,03 km.
Ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang ±24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Selanjutnya ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres ±71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus). Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang ±52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus).
Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km (progres 93,30%) serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km (progres 89,93%) masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Adapun di wilayah Kalimantan, Akses Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang 52,37 km akan difungsikan melalui dua jalur dua arah, khusus untuk kendaraan Golongan I.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menjelaskan bahwa skema operasional ruas tol fungsional ini akan bersifat fleksibel dan situasional menyesuaikan dinamika kondisi lalu lintas di lapangan.
“Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya,” jelan Wilan Oktavian.
Guna melengkapi infrastruktur jalan, sebanyak 15 TIP fungsional juga disiapkan. Sejumlah TIP tersebut telah dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, hingga gerai UMKM.
Di antaranya, TIP Sigli–Banda Aceh pada KM 37+000 A/B dan TIP Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat pada KM 99+800 A/B yang telah siap 100%. TIP Palembang–Betung di KM 71+000 A/B dengan progres sekitar ±95% juga disiapkan dengan fasilitas serupa.
Selain itu tersedia TIP sementara di ruas Cipali KM 77B yang memanfaatkan eks Gerbang Tol Cikopo dengan fasilitas minimal berupa parkir, tempat ibadah, toilet, dan tenant UMKM terbatas.
Di wilayah Jawa Barat, TIP Cileunyi–Sumedang–Dawuan KM 203+000 A/B dengan progres ±34% turut disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang–Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B telah siap 100% dengan fasilitas yang lebih lengkap termasuk bengkel, pos kesehatan, ruang laktasi, serta ATM center.
Selanjutnya, TIP Solo–Yogyakarta–NYIA KM 19+000 A disiapkan dengan fasilitas sementara, serta TIP Pasuruan–Probolinggo KM 844 A/B dengan progres 30,96% yang dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo–Banyuwangi KM 888 A juga difungsikan dengan fasilitas dasar berupa area parkir, tempat ibadah, dan toilet.
Pengoperasian seluruh fasilitas fungsional ini akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak




