70 Tahun Tanpa Air Bersih, Kisah Guwa Lor yang Berubah Berkat Wakaf Sumur BSI Maslahat

BSI Maslahat

Jakarta, 12 Maret 2026 – Banyak wilayah di Indonesia yang tak pernah masuk berita, tak  pernah muncul di layar televisi, namun setiap harinya berjuang untuk sesuatu yang bagi  sebagian dari kita terasa sederhana yaitu menyalakan keran dan melihat air mengalir. Air  menjadi kebutuhan primer yang tak mudah didapat. Meski hujan turun di berbagai musim,  akses air bersih tak pernah merata. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 baru 92,64% rumah tangga  Indonesia yang memiliki akses air minum layak. Artinya, 7,36% rumah tangga atau sekitar  5,19 juta rumah tangga atau setara 20–25 juta jiwa masih belum bisa menikmati air bersih  layak minum. Mereka adalah para ibu yang membawa jeriken, para anak yang mandi di air  keruh, para petani yang menatap sawah retak sambil berdoa semoga tanah itu kembali basah. 

Read More

Kesenjangan ini bahkan sangat tajam antarwilayah. Di DKI Jakarta, akses air minum layak  mencapai 99,96%, namun di Papua Pegunungan hanya 30,64%. Ketimpangan ini  menunjukkan tidak semua saudara kita memiliki kesempatan hidup yang sama bahkan untuk  urusan air. 

BSI Maslahat Hadir untuk Mengalirkan Kehidupan 

Sejak Juli 2024, BSI Maslahat menginisiasi Program Wakaf Sumur sebagai upaya  menyediakan sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.  Program ini bertujuan: 

1. Menyediakan sumber air bersih yang stabil dan aman 

2. Memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun irigasi 

3. Meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup warga Salah satu lokasi yang merasakan dampak nyata program ini adalah Kampung Zakat Desa  Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Desa Guwa Lor menyimpan kisah  panjang tentang kesabaran dan perjuangan. Selama 70 tahun, warga hidup dalam krisis air  bersih. Sumber air satu-satunya hanyalah air irigasi yang kualitasnya tidak layak konsumsi.  Keruh, berbau, dan memiliki kadar besi yang sangat tinggi. Warga bahkan pernah melakukan  pengeboran hingga kedalaman 60 meter, namun tetap gagal menemukan air yang bisa  dikonsumsi. 

Setiap kali aliran air di masjid tidak berfungsi, warga harus patungan hingga Rp12 juta per  bulan hanya untuk membeli air bersih. Di sektor pertanian, kondisi tak kalah sulit. Para petani  harus membeli air tangki seharga Rp300.000 setiap minggu, atau Rp1,2 juta per bulan, demi  mempertahankan lahan mereka agar tetap bisa digarap. Biaya ini sangat membebani,  mengurangi pendapatan, bahkan mengancam keberlangsungan hidup warga desa.

Air Pertama Mengalir Setelah 70 Tahun 

BSI Maslahat

Pada Sabtu, 13 Desember 2025, setelah proses panjang survei, pengecekan, pembangunan,  dan filtrasi aktif, BSI Maslahat meresmikan sarana penyediaan air bersih berbasis masyarakat  di Desa Guwa Lor. 

Teknologi yang dibangun meliputi: 

  • Pemanfaatan sumber air dangkal (freatis) 
  • Sistem filtrasi aktif untuk menghilangkan kekeruhan dan kandungan besi berlebih • Dua tangki air berkapasitas 80 meter kubik 
  • Sistem distribusi dengan pipa looping yang menjaga kualitas air tetap stabil • 300 sambungan rumah, memberi manfaat bagi sekitar 1.200 jiwa 

Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup mereka, air bersih mengalir langsung ke  rumah warga. Tidak lagi keruh, tidak lagi berbau, tidak lagi harus antre berjam-jam atau  mengeluarkan uang dari dompet. Bagi mereka, hal tersebuat adalah sebuah kebahagiaan. 

Syafrudin, Ketua DKM Masjid Al-Muhtadin, mewakili warga menyampaikan rasa haru. “Kami  mengalami kesulitan air bersih selama 70 tahun. Program ini menjawab harapan kami sejak  dulu.” ujarnya.

Bagi warga Guwa Lor, wakaf sumur air bersih telah mengembalikan kehidupan  yang sehat dan sejahtera. Air itu adalah sedekah yang manfaatnya tak pernah padam. 

Ramadan, Saatnya Mengalirkan Pahala yang Tak Pernah Kering 

Mereka yang menjadi bagian dari wakaf sumur ini mungkin tak mengenal warga Guwa Lor  secara langsung. Tapi kebaikan tak selalu butuh pertemuan untuk menjadi berarti. Dalam  Islam, memberi air adalah amal terbaik. Dan wakaf sumur adalah bentuk sedekah yang terus  mengalir manfaat dan jariyahnya, bahkan ketika pemberinya telah tiada. 

Dan di bulan Ramadan, saat pintu-pintu langit terbuka dan setiap kebaikan dibalas berkali  lipat, BSI Maslahat mengajak Sahabat untuk ikut dalam perjalanan menghadirkan air bersih  untuk masyarakat di beberapa wilayah Indonesia. 

Masih banyak Guwa Lor lain di Indonesia. Masih banyak anak yang menunggu keran pertama  mereka menyala. Masih banyak ibu yang memimpikan hari ketika mereka tak lagi harus  berjalan jauh membawa jeriken untuk mencari air. 

Mari kita jadi bagian dari cerita harapan berikutnya. Mari bangun sumur, bangun kehidupan.  Sahabat dapat berwakaf melalui digital.bsimaslahat.or.id/wakafsumur. Karena setiap tetes yang kita beri, setiap rupiah yang kita wakafkan, adalah kehidupan yang  kita selamatkan. Dan setiap kehidupan yang berubah, adalah pahala yang tak akan berhenti  mengalir.

Related posts

Leave a Reply