
Jakarta, 28 Januari 2026 – Raut bahagia dan linangan haru mewarnai pelepasan jamaah umrah penerima manfaat Program Sedekah Umrah untuk marbot dan guru ngaji. Program tersebut merupakan kolaborasi BSI Maslahat dan Lembaga Amil ZIS Indosat. Seremonial pelepasan dilakukan di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (27/01).
Suasana bahagia penuh syukur dibalut oleh rasa haru membiru meramaikan terminal 2F. Hal itu dirasakan oleh Munadi (69) seorang marbot masjid dan Maisah (66) yang seorang guru ngaji, pasangan suami istri yang merupakan penerima manfaat program. Keduanya berasal dari Desa Dukuh Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, mereka berangkat dari rumah sejak pukul 2 dini hari. Seluruh keluarga besar mengantar ke bandara sebagai ungkapan syukur, karena doa dan ikhtiar keduanya selama puluhan tahun akhirnya bisa terwujud.
Marbot dan Guru Ngaji memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Namun, di balik besarnya kontribusi mereka, banyak marbot dan guru ngaji hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Penghasilan mereka sering kali tidak sebanding dengan dedikasi dan pengabdian yang diberikan setiap hari.
Menjawab realitas tersebut, BSI Maslahat bersama ZIS Indosat menghadirkan Program Sedekah Umrah sebagai apresiasi spiritual atas ketulusan dan pengabdian marbot serta guru ngaji. Program ini dirancang melalui skema tabungan dan donasi, dengan menyasar penerima manfaat yang benar-benar memiliki niat kuat untuk berangkat ke Tanah Suci. Salah satunya dibuktikan dengan kepemilikan tabungan umrah meski dalam jumlah terbatas.
Deputy Operational BSI RO Jakarta 3, M. Ritaudin Tato, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BSI Maslahat sebagai lembaga amil zakat nasional berkomitmen tidak hanya menghimpun, tetapi juga menyalurkan dana ZISWAF secara tepat sasaran.
“Kolaborasi dengan ZIS Indosat melalui program Sedekah Umrah untuk marbot dan guru ngaji ini menjadi salah satu wujud nyata penyaluran dana yang berdampak langsung bagi umat. Kami berharap sinergi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus berkolaborasi dalam menebar kemaslahatan,” ujarnya.
CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi, menegaskan bahwa program ini merupakan simbol penghargaan atas profesi marbot dan guru ngaji yang kerap luput dari perhatian.
“Marbot dan guru ngaji adalah profesi mulia yang layak mendapatkan apresiasi tinggi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap program Sedekah Umrah dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Selama puluhan tahun, Munadi dan Maisah menjalankan peran mereka dengan penuh ketekunan dan tanpa pamrih. Keduanya tak pernah berharap balasan dari manusia, kecuali ridha dan pahala dari Allah Ta’ala. Selain mengabdi sebagai marbot, Munadi bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, selama pekerjaan tersebut halal. Sementara Maisah membantu perekonomian keluarga dengan bertani.
Meski demikian, keinginan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci selalu mereka simpan rapat di dalam hati. Keterbatasan biaya serta panjangnya masa tunggu ibadah haji membuat mereka memilih menabung sedikit demi sedikit untuk bisa berangkat umrah. Namun dengan penghasilan yang terbatas, impian tersebut tak kunjung terwujud karena tabungan yang belum mencukupi.
Harapan itu menjadi nyata ketika keduanya terpilih sebagai penerima manfaat Program Sedekah Umrah hasil kolaborasi BSI Maslahat dan ZIS Indosat.
“Puluhan tahun saya menabung, saya tidak menyangka akan bisa pergi umrah jika tidak melalui program ini. Mulai dari persiapan berkas semuanya disubsidi dan berjalan dengan mudah” ungkap Munadi.
Melalui kolaborasi antara BSI Maslahat dengan ZIS Indosat menjadi wujud kepercayaan bahwa BSI Maslahat merupakan lembaga kredibel dalam mengola dana ZISWAF. Program ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak bahwa setiap kebaikan yang disalurkan mampu memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan.








