Komitmen Nyata Procter& Gamble Dalam Menyikapi Kesetaraan Gender di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika

Singapura, 17 Februari 2021 Procter & Gamble (P&G) pada hari ini mengumumkan deklarasi terbaru untuk mempercepat kesetaraan gender di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika dalam acara tahunan P&G yang ketiga, konferensi #WeSeeEqual summit. Digelar secara virtual untuk pertama kalinya, acara ini menghadirkan berbagai tokoh terkemuka dari sektor swasta maupun publik, untuk menjawab sejumlah tantangan kesetaraan gender dan wanita, dalam menyikapi tantangan terutama di masa pandemi.

Mengusung tema ‘#Unsaid and #Undone’, konferensi ini ingin menyatukan suara dan dukungan, juga mempertemukan sejumlah tokoh terkemuka untuk mengulas wacana terkini terkait kesetaraan gender, serta aksi-aksi yang diperlukan untuk mencapai perkembangannya.

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Magesvaran Suranjan selaku Presiden P&G untuk Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika mengumumkan deklarasi sebagai berikut: 

  • P&G akan mengedukasi lebih dari 30 juta remaja putri di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika mengenai pubertas dan kebersihan melalui program Always and Whisper Keeping Girls in School” selama tiga tahun ke depan. 
  • P&G berkomitmen untuk mengeluarkan total kumulatif sebanyak $200 juta dolar AS yang akan digunakan untuk bekerjasama dengan para wanita pemilik bisnis di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika pada 2025.
  • P&G meluncurkan “Share the Care”, yakni kebijakan cuti orang tua terbaru di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika. Dalam naungan program “Share the Care”, semua pegawai yang baru menjadi orang tua berhak memperoleh cuti dalam tanggungan perusahaan minimum selama delapan minggu (ayah), dan cuti tambahan selama enam minggu untuk masa pemulihan ibu yang melahirkan. 
  • P&G berkomitmen untuk mencapai kesetaraan gender di seluruh lingkungan kerja di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika dengan perbandingan 50- 50 pada akhir tahun 2022. 

Magesvaran Suranjan mengungkapkan: “P&G telah membuat perkembangan yang luar biasa dalam kesetaraan gender, dan kami harus mempertahankannya. Sekarang juga saatnya bagi kami untuk terus merespons krisis kesehatan dan ekonomi, mendorong kesetaraan perempuan, serta mengedepankan peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan di rumah maupun di tempat kerja. Di P&G, kami akan terus menyuarakan aspirasi perusahaan di sejumlah forum seperti #WeSeeEqual demi menggerakkan solusi terbaik bagi internal perusahaan maupun komunitas di sekeliling kami.

Berkolaborasi bersama UN Women konferensi #WeSeeEqual ketiga yang digelar secara tahunan dan berskala regional, melibatkan para pemimpin bisnis, pejabat pemerintah, hingga selebriti influencer. Konferensi ini secara khusus membahas tujuan berkelanjutan ke-5 United Nations (UN) yakni diskusi terkait kesetaraan gender serta tindakan strategis di masa depan dalam mengatasi ketidaksetaraan gender.

Selain pimpinan P&G dari global dan regional, Konferensi virtual ini juga menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh dan pemimpin dunia lainnya, termasuk:

  • Anita Bhatia, selaku Wakil Direktur Eksekutif Wanita PBB
  • Indra Nooyi, selaku mantan Chief Executive Officer & Chairman dari PepsiCo
  • Bonang Matheba, selaku South African Media Personality, Pengusaha dan Filantropis

Anita Bhatia selaku Wakil Direktur Eksekutif Wanita PBB mengungkapkan Pencapaian yang telah dibangun selama beberapa dekade dalam kesetaraan gender, berisiko terhambat dikarenakan dampak yang dihasilkan dari COVID-19. Namun, Pandemi juga mendesak kita untuk berpikir kritis dan bertindak lebih baik lagi tentunya dengan menghilangkan bayang-bayang diskriminasi gender di masa lampau. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya kami dan pihak lainnya telah melakukan beberapa upaya diantaranya memperluas kemitraan dan menumbuhkan inisiatif antara perusahaan, pemerintah, hingga masyarakat sipil. Adapun Konferensi #WeSeeEqual yang kita laksanakan hari ini, maupun koalisi aksi dari forum kesetaraan generasi yang akan datang merupakan wujud inisiatif nyata dari para pemangku kepentingan guna meraih perubahan dan kemajuan dalam mencapai kesetaraan gender untuk saat ini dan selamanya”

Pentingnya membangun kebijakan berbasis kesetaraan, pengakuan tantangan sosial dan keluarga,  pembahasan mengenai ragam ekspektasi stereotip terhadap laki-laki, hingga peran iklan dan media dalam mengubah bias telah menjadi poin-poin penting dalam diskusi yang dibahas di berbagai panel sepanjang Konferensi tersebut berjalan. 

Menjadi tuan rumah dalam konferensi tersebut, P&G Chief Brand Officer, Marc Pritchard dan South African Media Personality, Entrepreneur dan Philanthropist yakni Bonang Matheba menjadikan acara ini sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan wawasan dengan menyuarakan aspirasi  mereka dalam iklan dan media guna menjangkau jutaan orang, yang bertujuan menantang peran gender yang tidak fleksibel dan menggaungkan pemberdayaan pria dan wanita.

Selain deklarasi, Konferensi 2021 ini juga menetapkan P&G Young Leaders Council yang bertugas untuk memberikan nasihat kepada perusahaan dalam masalah kesetaraan gender yang diperlukan baik dari sisi internal maupun eksternal.

Program #WeSeeEqual membuktikan komitmen berkelanjutan P&G dalam menciptakan dunia yang lebih setara. Komitmen tersebut baru-baru dianugerahi Penghargaan “Secretary of the State’s Award for Corporate Excellence” oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. P&G juga dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori “Perusahaan Multinasional yang unggul dalam memberdayakan perempuan dan ekonomi”. P&G memajukan kesetaraan gender melalui berbagai inisiatif di seluruh wilayah sebagai bagian dari komitmen berkelanjutannya terhadap kesetaraan dan inklusi. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan demi mewujudkan 2.021 Kisah Kebaikan pada tahun 2021” atau (2,021 Acts of Good in 2021). Sebagai salah satu pengiklan terbesar di dunia, P&G dan mereknya juga akan terus memanfaatkan suara mereka di media dan iklan untuk mendorong kesadaran keberlanjutan, mengatasi bias gender, serta memotivasi perubahan.

Di Indonesia sendiri, P&G juga telah menerapkan beragam inovasi dan kebijakan yang menguntungkan para SDM-nya, diantaranya menetapkan kebijakan cuti ayah yang terbaru dengan durasi cuti berbayar (paid paternity leave) menjadi 8 minggu. Selain itu, P&G juga telah memberi dukungan dalam menerapkan kesetaraan dan inklusifitas para karyawannya seperti cuti melahirkan berbayar dari 3,5 bulan dengan opsi memperpanjang hingga 6,5 bulan, penyediaan ruang laktasi yang layak, menyediakan tempat penitipan bayi di tempat kerja untuk memberikan pengaturan yang lebih mudah bagi para orang tua yang sedang bekerja, menyediakan Lollyland yakni pop up day care setiap tahun selama pra & pasca musim Lebaran untuk mengakomodasi kebutuhan karyawan selama absen bantuan para pekerja rumah tangga /perawat di musim Lebaran.

 

Related posts

Leave a Reply