
ASHTA District 8 memperluas pengalaman seni dan kreativitas bagi pengunjungnya melalui kehadiran Ganara Art Space, ruang seni baru yang diperkenalkan pada 30 Oktober 2026 dan resmi dibuka untuk publik sehari setelahnya. Ruang ini berlokasi di Upper Marketplace, Lantai 2, ASHTA District 8.
Mengusung konsep “Art Meets Space”, Ganara Art Space menggabungkan ruang kreatif, studio terbuka, dan berbagai aktivitas seni yang bisa dinikmati semua kalangan. Melalui pendekatan open studio, pengunjung dapat menyaksikan sekaligus mencoba langsung berbagai teknik berkesenian, mulai dari melukis, sketsa, printmaking, pottery, seni patung, hingga mixed media art.
Kelas dan Aktivitas untuk Pengunjung
Selain menyaksikan proses berkarya, pengunjung juga bisa mengikuti kelas-kelas seperti pottery wheel, pottery handbuild, pottery carving, fabric art, dan mixed media painting. Setiap aktivitas dirancang agar peserta dapat bereksperimen dengan material, warna, bentuk, dan teknik yang berbeda-beda.
GM Business Development & Public Relations ASRI, Troy Fridatama, mengatakan kehadiran Ganara Art Space merupakan salah satu langkah untuk mendekatkan seni kepada masyarakat sekaligus mendukung talenta muda Indonesia. Kolaborasi ASHTA dengan Ganara Art sendiri bukan hal baru, sebab keduanya pernah bekerja sama pada 2022-2023 sebelum kini berlanjut dalam bentuk ruang yang lebih permanen dan interaktif.
Ganara Art Space buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB di Upper Marketplace, Lantai 2, ASHTA District 8. Kehadiran ruang ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni lokal dan memberi alternatif kegiatan kreatif bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Catatan Redaksi. Konsep open studio berarti proses berkarya dilakukan di ruang terbuka yang bisa disaksikan langsung pengunjung, berbeda dari studio tertutup yang biasanya hanya diakses seniman. Istilah seperti pottery wheel (membentuk tanah liat dengan alat putar) dan pottery handbuild (dibentuk langsung dengan tangan tanpa alat putar) merujuk pada dua teknik dasar keramik yang berbeda cara dan hasil akhirnya, sementara printmaking adalah teknik mencetak gambar dari media seperti lempengan atau stempel ukir.
Sumber: ASHTA District 8 (ASRI).





