IFFINA+ 2026: Christin Castillo Bicara Kekuatan Dialog Desain

IFFINA+ 2026: Christin Castillo Bicara Kekuatan Dialog Desain
Ilustrasi (AI)

Pameran furnitur dan desain internasional IFFINA+ 2026 berlangsung selama empat hari di NICE PIK2, Jakarta, mempertemukan desainer, arsitek, merek, dan produsen untuk membahas arah baru gaya hidup kontemporer. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah talkshow yang digagas oleh CjC bersama Italian Atelier, yang mengangkat desain sebagai bagian dari cara berpikir dan berinteraksi, bukan sekadar objek pajangan.

Percikan Ide yang Mendorong Tindakan

Salah satu pembicara dalam sesi tersebut, Christin Castillo, Principal HBA di Indonesia, menekankan bahwa nilai sebuah diskusi desain tidak hanya terletak pada apa yang dipresentasikan, melainkan pada perspektif baru yang lahir dari pengalaman mengikutinya. Menurutnya, percakapan yang baik seharusnya mendorong peserta untuk merenung dan mengambil langkah nyata, entah berupa perubahan cara pandang maupun ide yang diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Christin juga menilai pentingnya keterlibatan audiens dalam sebuah diskusi industri. Baginya, energi di dalam ruangan turut menentukan keberhasilan sebuah sesi, karena peserta perlu merasa menjadi bagian dari percakapan, bukan sekadar pendengar pasif. Pendekatan semacam ini mencerminkan pergeseran tren acara industri, dari presentasi satu arah menjadi ruang bertukar gagasan antara pembicara dan audiens.

Kolaborasi Pertama CjC dan Italian Atelier

Talkshow IFFINA+ 2026 ini juga menjadi pengalaman pertama Christin bekerja sama dengan CjC, yang menurutnya berjalan lancar baik dalam persiapan maupun promosi acara. Bagi CjC, kolaborasi ini merupakan bagian dari perannya menghubungkan merek, profesional kreatif, dan audiens melalui konten yang dikurasi. Sementara bersama Italian Atelier, talkshow ini diposisikan sebagai titik temu antara perspektif desain Eropa dan perkembangan sektor hospitality serta hunian bermerek di Asia Tenggara.

Lewat sesi ini, penyelenggara berharap audiens membawa pulang lebih dari sekadar informasi baru, melainkan dorongan untuk melihat kembali cara kerja dan dampak yang ingin mereka ciptakan dalam industri desain.

Catatan Redaksi. Hunian bermerek (branded residences) adalah properti tempat tinggal yang dikembangkan bersama merek hotel atau desain ternama, sehingga penghuninya mendapat standar layanan dan estetika interior yang konsisten dengan citra merek tersebut, tren yang makin berkembang di sektor hospitality Asia Tenggara. Posisi Principal di firma desain hospitality seperti HBA umumnya adalah pemimpin studio yang menentukan arah konsep desain proyek hotel maupun resor.

Sumber: Italian Atelier dan CjC.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan