KAI Bandara Gelar Diklat Pemadam Kebakaran Bersama Damkar Jaktim

KAI Bandara Gelar Diklat Pemadam Kebakaran Bersama Damkar Jaktim
Ilustrasi (AI)

PT Railink atau KAI Bandara menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam Kebakaran pada Kamis, 15 Oktober 2026, bekerja sama dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai

Manager Komunikasi PT Railink, Ayep Hanapi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja. Peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur penanganan awal kebakaran, penggunaan alat pemadam api, hingga langkah evakuasi yang tepat saat situasi darurat terjadi.

Bacaan Lainnya

Menurut Ayep, pelatihan semacam ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan upaya membangun budaya keselamatan di internal perusahaan. “Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Sudin Damkar Jaktim

Kerja sama dengan Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dinilai menjadi langkah strategis karena materi dan praktik yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan nyata penanganan kebakaran. Ayep berharap pegawai tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan keberanian mengambil tindakan awal saat darurat, tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesiapan pegawai secara individu maupun kolektif, sehingga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan tanggap terhadap risiko kebakaran sebagai bagian dari operasional yang andal dan berkelanjutan.

Catatan Redaksi. K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah sistem yang diatur pemerintah, antara lain lewat UU No. 1 Tahun 1970, yang mewajibkan perusahaan punya prosedur baku menghadapi risiko kerja seperti kebakaran. Pelatihan simulasi semacam ini penting karena keterampilan memadamkan api dengan alat pemadam atau mengevakuasi orang perlu dilatih berulang agar refleks bekerja saat situasi darurat sesungguhnya, bukan hanya dipahami secara teori.

Sumber: PT Railink.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan