
Banyak pelaku usaha mengalami kejanggalan yang sama: laporan keuangan menunjukkan laba, pesanan terus mengalir, tetapi saldo rekening tetap tipis saat harus membayar gaji, sewa, atau vendor. Fenomena ini dibahas dalam diskusi bertajuk “Making Money vs. Having Money” yang digelar di Kuala Lumpur pada 23 September 2026.
Penyebab utamanya adalah jarak waktu antara pendapatan yang sudah dicatat secara akuntansi (accrual revenue) dan uang tunai yang benar-benar masuk ke rekening. Siklusnya berulang: pekerjaan selesai, faktur terbit, namun pelanggan baru membayar berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan kemudian, sementara kewajiban operasional tetap harus dibayar tepat waktu.
Data Menunjukkan Pola yang Mengkhawatirkan
Di Malaysia, data Experian Malaysia dan Malaysian Micro Business Association mencatat rata-rata keterlambatan pembayaran UMKM mencapai 64 hari, bahkan bisa 120 hari untuk usaha mikro. Di Indonesia, riset Atradius Collections menemukan 9 dari 10 perusahaan B2B mengalami keterlambatan pembayaran dengan sepertiga piutang berstatus menunggak, sementara Credit Bureau Indonesia mencatat 6 dari 10 UKM menghadapi masalah serupa. Di Amerika Serikat, studi U.S. Bank melalui SCORE menyebut 82% kegagalan bisnis dipicu masalah arus kas, dan di Inggris sekitar 50.000 usaha tutup setiap tahun akibat piutang yang tak tertagih.
Menurut Adha Gozali, Founder Dayaly Ops, masalah ini bukan soal kurangnya teknologi, melainkan konsistensi eksekusi penagihan. Banyak pemilik usaha ragu memakai aplikasi otomatis karena khawatir menyerahkan data pelanggan dan arus uang ke sistem yang belum mereka percaya, sejalan dengan temuan whitepaper Xero yang menyebut 47% UMKM di Malaysia menganggap keamanan data sebagai hambatan utama adopsi software keuangan.
Pendekatan SENT → PAID
Dayaly Ops, startup operations-as-a-service asal Indonesia, menawarkan kerangka kerja penagihan bernama SENT → PAID yang menggabungkan peninjauan faktur, prioritisasi piutang, penagihan multi-kanal, hingga pengawalan dana masuk langsung ke rekening pemilik usaha. Layanan ini, Dayaly Collect, berperan sebagai tim operasional tambahan tanpa mengharuskan pemilik usaha berpindah sistem pembukuan atau aplikasi baru.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Dayaly Ops, startup yang juga menawarkan layanan penagihan Dayaly Collect yang dibahas di dalamnya. Istilah accrual revenue merujuk pada pencatatan akuntansi yang mengakui pendapatan begitu faktur terbit, bukan saat uang benar-benar diterima, berbeda dengan cash basis yang mencatat transaksi hanya saat kas berpindah tangan. Perbedaan waktu pengakuan inilah yang membuat laporan laba bisa positif sementara saldo kas justru menipis.
Sumber: Dayaly Ops.





