
itel Indonesia resmi memperkenalkan itel A300+, ponsel kelas entry-level yang mengusung konsep dua layar. Produk ini menawarkan layar belakang interaktif berukuran 2,01 inci, fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel kelas atas, dengan tagline pemasaran “Two Screens, No FOMO”.
Layar Belakang untuk Notifikasi hingga Selfie
Layar belakang itel A300+ memungkinkan pengguna memeriksa jam dan notifikasi tanpa membuka layar utama. Saat memutar musik, layar ini juga menampilkan cover lagu beserta kontrol putar. Fitur yang paling ditonjolkan adalah kemampuannya berfungsi sebagai cermin preview, sehingga pengguna bisa mengambil swafoto menggunakan kamera belakang yang kualitasnya lebih tajam dibanding kamera depan.
Baca juga:
Geza Febriandi, Marketing Manager itel Indonesia, mengatakan fitur ini dirancang untuk kebutuhan anak muda yang ingin tetap terkoneksi tanpa harus terus-menerus menatap layar utama. Menurutnya, kemampuan selfie dengan kamera belakang biasanya hanya tersedia di ponsel dengan harga jauh lebih mahal.
Spesifikasi: Layar 120Hz dan Baterai 7000mAh
Layar utama itel A300+ berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+, desain punch-hole, refresh rate 120Hz, dan kecerahan hingga 700 nits. Ponsel ini ditenagai prosesor MediaTek Helio G81 dengan RAM 6GB yang bisa diperluas hingga 12GB secara virtual, serta memori internal 128GB. Baterai berkapasitas 7000mAh dilengkapi teknologi pengisian berbasis AI, bypass charging, dan reverse charging. Bodinya mengusung standar military-grade dan sertifikasi IP65 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air, ditambah NFC serta fitur panggilan via Bluetooth UltraLink.
Harga dan Promo Peluncuran
itel A300+ varian 6GB+128GB dibanderol Rp2.499.000. Selama periode peluncuran 10-16 Oktober 2026, harga khusus Rp2.199.000 berlaku eksklusif di Shopee dan TikTok Shop by Tokopedia. Pembeli pertama juga berkesempatan mendapatkan power bank itel T144 secara gratis, dengan kuota terbatas 700 unit di Shopee dan 600 unit di TikTok Shop.
Catatan Redaksi. Sertifikasi IP65 berarti bodi tahan debu sepenuhnya dan tahan semprotan air dari berbagai arah, berbeda dari IP68 yang tahan direndam dalam air. Standar military-grade umumnya mengacu pada MIL-STD-810, yaitu uji ketahanan terhadap jatuh dan getaran, bukan soal air. Adapun RAM virtual yang memperluas 6GB jadi 12GB sebenarnya memakai sebagian memori internal sebagai cadangan, sehingga kecepatannya tetap berbeda dari RAM fisik.
Sumber: itel Indonesia.





