
Permintaan sepeda motor di dalam negeri masih tergolong kuat sepanjang 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik mencapai 4,36 juta unit selama Januari–Agustus 2026. Khusus Agustus 2026, penjualan tercatat 596.461 unit atau naik 3,19% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. AISI memproyeksikan total pasar sepeda motor domestik tahun ini berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Sepeda motor dinilai masih menjadi andalan mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas harian maupun kegiatan produktif seperti bekerja dan berusaha. Kebutuhan ini turut mendorong peran besar industri pembiayaan, mengingat AISI mencatat sekitar 65% pembelian motor pada 2025 dilakukan melalui skema kredit.
Baca juga:
- BRI Finance Tawarkan Bunga Kredit Motor Mulai 0,7% per Bulan
- BRI Finance Genjot Pembiayaan Mobil Bekas, Tumbuh 77,64%
Skema Bunga 0,7% dan Tenor 5 Tahun
Merespons tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menawarkan pembiayaan motor baru dengan bunga mulai 0,7% per bulan melalui skema Angsuran Dibayar di Muka (ADDM), dengan tenor cicilan hingga 5 tahun.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan kebutuhan akan sepeda motor erat kaitannya dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Ia menyebut perusahaan ingin menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kondisi finansial konsumen.
Menurutnya, keputusan memiliki kendaraan sebaiknya disertai perencanaan finansial yang matang, termasuk dalam memilih skema pembiayaan. “Memberikan akses pembiayaan bukan hanya soal kemudahan memperoleh kendaraan, tetapi juga bagaimana konsumen dapat merencanakan kepemilikannya secara bijak,” ujar Dhani.
Catatan Redaksi. ADDM atau Angsuran Dibayar di Muka berarti sebagian cicilan dibayar bersamaan dengan uang muka, sehingga pokok utang yang dikenakan bunga menjadi lebih kecil dan angka bunga bulanan terlihat lebih rendah. Bunga pembiayaan kendaraan umumnya dihitung dengan metode flat, bukan efektif menurun seperti kredit bank, sehingga bunga tahunan riilnya biasanya lebih tinggi daripada hasil kali sederhana bunga bulanan dengan 12.
Sumber: BRI Finance.





