
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) S1 Farmasi Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil meraih hibah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI). Hibah senilai Rp22,5 juta ini diberikan untuk proyek penerapan teknologi smart farming pada kelompok tani binaan di Tangerang Selatan.
Berangkat dari Masalah di Lapangan
Proyek ini lahir dari pengamatan terhadap aktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Batan Indah di Kelurahan Kademangan, Tangerang Selatan. Kelompok tersebut selama ini membudidayakan jamur dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta mengolah bunga telang menjadi teh. Namun proses penyiraman tanaman dan perawatan kumbung jamur masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien.
Baca juga:
Menjawab tantangan itu, mahasiswa S1 Farmasi UPH mengajukan proposal berjudul “Implementasi Teknologi Smart Farming melalui Pemanfaatan Air Limbah Daun untuk Meningkatkan Efisiensi Tenaga Kerja Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kademangan”. Proposal ini mengusulkan penggunaan teknologi berbasis sensor untuk membantu proses budidaya berjalan lebih otomatis dan efisien.
Dukungan Tambahan dari Kampus
Selain dana hibah dari Kemdiktisaintek, UPH turut mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp6,5 juta untuk mendukung pelaksanaan program ini di lapangan. Kombinasi pendanaan tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi smart farming sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan yang terlibat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu kefarmasian dan teknologi, tetapi juga berkontribusi langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kampus, khususnya kelompok tani perempuan yang bergerak di bidang budidaya jamur dan tanaman herbal.
Sumber: Universitas Pelita Harapan (UPH).





