PLTMG Sekupang 50 MW Capai COD 2026, Perkuat Listrik Batam

PLTMG Sekupang 50 MW Capai COD 2026, Perkuat Listrik Batam

PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mengumumkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sekupang berkapasitas 50 MW di Batam telah mencapai Commercial on Date (COD) pada 31 Agustus 2026. Pencapaian ini menandai masuknya pembangkit tersebut ke fase operasi komersial guna mendukung keandalan pasokan listrik di Batam.

Sebelum mencapai COD, proyek ini melalui serangkaian tahapan akhir berupa uji pembebanan bertahap (loading test), uji keandalan (reliability run), hingga uji kinerja (performance test). Keseluruhan proses pembangunan mencakup perencanaan teknis, desain sistem, konstruksi, instalasi peralatan mekanikal dan elektrikal, serta komisioning, termasuk proses penyalaan pertama (first firing) dan sinkronisasi pertama (first synchrone) pada seluruh unit pembangkit.

Bacaan Lainnya

Teknologi Gas yang Lebih Efisien

PLTMG Sekupang menggunakan mesin berbahan bakar gas dengan teknologi modern yang diklaim menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan pembangkit konvensional. Selain itu, pembangkit ini dinilai lebih efisien dan responsif terhadap perubahan beban listrik, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan sistem kelistrikan Batam secara lebih fleksibel.

Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menyatakan bahwa rampungnya proyek ini merupakan momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Batam. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang digarap PLN NPC dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, dan standar keselamatan yang tinggi.

Pencapaian COD PLTMG Sekupang 50 MW turut memperkuat rekam jejak PLN NPC dalam pelaksanaan proyek pembangkit listrik, sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal untuk mendukung sistem kelistrikan nasional.

Catatan Redaksi. PLTMG memakai mesin gas yang mirip mesin diesel berskala besar, berbeda dari pembangkit turbin gas konvensional, sehingga bisa dinyalakan dan disesuaikan bebannya lebih cepat mengikuti naik turunnya permintaan listrik harian. Kemampuan ini penting bagi Batam yang sistem kelistrikannya berdiri sendiri, tidak tersambung ke jaringan interkoneksi besar, sehingga kestabilan pasokan sangat bergantung pada pembangkit lokal. COD menandai titik ketika pembangkit dinyatakan lolos uji keandalan dan kinerja, lalu resmi mulai menjual listrik secara komersial.

Sumber: PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan