Ika Afifah (ConnectX) Masuk 30 Perempuan Founder ASEAN-Australia 2026

Ika Afifah (ConnectX) Masuk 30 Perempuan Founder ASEAN-Australia 2026

Founder platform ConnectX, Ika Afifah, terpilih sebagai salah satu dari 30 perempuan founder dari kawasan ASEAN dan Australia dalam program HEX Generation Next 2026. Ika mewakili Indonesia setelah melalui proses seleksi dari lebih dari 900 pendaftar.

Program ini diselenggarakan oleh HEX bersama ASEAN-Australia Centre untuk mempertemukan perempuan entrepreneur dari berbagai negara yang sedang membangun bisnis, menciptakan inovasi, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di negaranya masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Bagi saya, terpilih sebagai salah satu dari 30 perempuan ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan. Ini adalah kesempatan untuk membawa suara dan potensi founder Indonesia ke ruang yang lebih besar, membangun koneksi lintas negara, dan membuka lebih banyak peluang,” ujar Ika.

Dari Masalah Komunitas Lahir ConnectX

Perjalanan Ika sebagai entrepreneur dibentuk oleh pengalamannya membangun berbagai startup, termasuk di sektor teknologi dan Web3. Sepulang ke Indonesia, ia membangun komunitas yang mempertemukan founder, profesional, dan pelaku bisnis, dan menemukan masalah yang berulang: banyak orang memiliki bisnis, kemampuan, serta ambisi, tetapi kesulitan menemukan mitra yang tepat untuk berkembang bersama, mulai dari co-founder, business partner, talent, investor, hingga akses pasar baru. Dari situ lahirlah ConnectX, platform yang membantu founder dan profesional menemukan koneksi sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis mereka.

Membawa Misi ke ASEAN dan Global

ConnectX memulai langkahnya dari Indonesia dengan visi berkembang ke ASEAN, Asia Pasifik, dan pasar global. Bagi Ika, keikutsertaannya di HEX Generation Next menjadi bagian penting dari perjalanan itu karena mempertemukannya dengan sesama perempuan founder dan pemimpin ekosistem bisnis dari berbagai negara.

“Indonesia adalah starting point kami, bukan batasnya. Saya ingin melihat lebih banyak founder Indonesia mendapatkan akses ke ASEAN, Australia, dan pasar global,” kata Ika. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk membuka akses bagi lebih banyak founder dan profesional lain.

Catatan Redaksi. ASEAN-Australia Centre adalah lembaga yang dibentuk untuk mempererat hubungan ekonomi dan antarmasyarakat antara negara-negara ASEAN dan Australia, termasuk lewat program pemberdayaan pengusaha seperti HEX Generation Next. Adapun Web3 yang disebut dalam latar belakang Ika mengacu pada teknologi berbasis blockchain yang menawarkan kepemilikan data terdesentralisasi, berbeda dari platform internet konvensional yang dikelola oleh satu perusahaan terpusat.

Sumber: ConnectX.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan