OSL Indonesia Luncurkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

OSL Indonesia Luncurkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, memperkenalkan tiga fitur baru di platformnya, yakni Auto-Invest, OSL Elite, dan OSL Launchpool. Ketiganya dirancang untuk mendukung berbagai gaya investasi aset kripto, dari investor baru hingga yang memiliki volume transaksi lebih besar.

Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam investasi aset digital bukan hanya memahami pergerakan pasar, tetapi juga mengenali profil risiko diri sendiri. Menurutnya, investor baru sebaiknya melakukan riset mendalam sebelum menempatkan dana pada aset yang belum sepenuhnya mereka pahami.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Auto-Invest dan OSL Elite

Fitur Auto-Invest mengadopsi pendekatan Dollar-Cost Averaging (DCA), yakni investasi terjadwal secara berkala sehingga pengguna tidak perlu menentukan waktu pembelian secara manual. Pendekatan ini ditujukan bagi investor yang ingin membangun kebiasaan investasi jangka panjang secara konsisten.

Sementara itu, OSL Elite menyasar investor dengan aktivitas transaksi lebih tinggi, menawarkan layanan dan benefit yang lebih eksklusif. Vincent menjelaskan bahwa setiap investor memiliki karakter berbeda, sehingga pendekatan investasi pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Launchpool Pertama di Indonesia

OSL Indonesia juga merilis OSL Launchpool, fitur yang memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat untuk mengalokasikan aset kripto miliknya dalam program alokasi tertentu selama periode yang ditentukan. Perusahaan menyebut ini sebagai fitur launchpool pertama di Indonesia. Hasil alokasi bergantung pada ketentuan masing-masing program, tidak dijamin, dan nilainya dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.

OSL Indonesia mengingatkan bahwa perdagangan dan investasi aset digital tetap mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi. Perusahaan mendorong pengguna untuk memahami karakteristik aset, melakukan riset mandiri, dan mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: OSL Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan