
Kebutuhan masyarakat Indonesia akan sepeda motor terus meningkat seiring fungsinya yang tak lagi sekadar alat transportasi, melainkan juga penunjang aktivitas produktif dan gaya hidup. Menanggapi tren ini, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menghadirkan program pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan ADDM dan tenor pembiayaan hingga 5 tahun.
Pasar Motor Domestik Tumbuh
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 4,46 juta unit, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus Agustus 2026, distribusi domestik tercatat 596.461 unit atau tumbuh 3,19% secara tahunan. AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik sepanjang 2026 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Baca juga:
- BRI Finance: Pembiayaan Digital Tumbuh 65% hingga Agustus 2026
- BRI Finance: Bunga Kredit Mobil Baru Mulai 3,33%, Tenor hingga 5 Tahun
Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh semakin beragamnya pilihan motor baru di pasar, mulai dari model untuk mobilitas harian hingga yang dilengkapi fitur dan teknologi lebih lengkap. Namun, kemampuan finansial konsumen tetap menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli kendaraan, sehingga skema pembiayaan menjadi alternatif agar masyarakat tidak perlu menyediakan seluruh dana secara tunai.
Skema Fleksibel dari BRI Finance
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan keberagaman kebutuhan mobilitas masyarakat mendorong permintaan terhadap kendaraan roda dua yang sesuai karakteristik penggunanya. Menurutnya, BRI Finance berupaya memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam merencanakan pembiayaan, termasuk mempertimbangkan besaran angsuran dan jangka waktu sebelum mengambil keputusan.
“Kami melihat kepemilikan kendaraan bukan hanya mengenai memiliki sebuah motor, tetapi bagaimana kendaraan tersebut dapat memberikan nilai bagi aktivitas dan produktivitas penggunanya,” ujar Dhani.
Catatan Redaksi. Bunga 0,7% per bulan ADDM (Add-on Daily Method) dihitung dari pokok pinjaman awal secara flat, bukan dari sisa pokok yang terus menyusut seperti pada bunga efektif. Karena itu, angka persentase bulanan pada skema ini cenderung tampak kecil dan baru sebanding jika dikonversi ke bunga efektif tahunan untuk dibandingkan dengan skema kredit lain.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





