
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan melalui kanal digital sebesar 65% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara total, seluruh penyaluran pembiayaan perusahaan pada periode tersebut tumbuh lebih tinggi lagi, yakni 84,15% YoY.
Tren ini sejalan dengan perkembangan ekosistem keuangan digital nasional. Bank Indonesia mencatat volume transaksi mobile banking pada Agustus 2026 tumbuh 47,08% YoY, sementara total transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau naik 40,36% YoY.
Baca juga:
- Hadapi Cost of Fund yang Masih Tinggi, BRI Finance Fokus pada Efisiensi Operasional
- Hadapi Tantangan Suku Bunga, BRI Finance Perkuat Fundamental Bisnis
KKB Mobil Baru Jadi Andalan
Dari sisi jenis produk, pengajuan lewat kanal digital BRI Finance paling banyak berasal dari pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB) untuk mobil baru. Perusahaan menyebut hal ini sejalan dengan fokus bisnisnya pada pembiayaan kendaraan baru yang didukung sinergi dengan ekosistem dan platform digital milik BRI.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan permintaan melalui aplikasi digital tidak lepas dari kemudahan proses pengajuan yang ditawarkan lewat integrasi dengan platform digital BRI. Menurutnya, perluasan akses ini perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat agar proses pengajuan pembiayaan digital tetap berjalan mudah, cepat, dan aman.
Ke depan, BRI Finance menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan platform digital BRI, menyempurnakan pengalaman pengguna (user experience), serta meningkatkan edukasi kepada calon nasabah untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan.
Catatan Redaksi. BRI Finance adalah perusahaan multifinance yang menyalurkan pembiayaan seperti kredit kendaraan, bukan bank yang menghimpun dana masyarakat. Pembiayaan via kanal digital berarti proses pengajuan dilakukan lewat aplikasi online, berbeda dari cara konvensional yang mengharuskan nasabah datang ke dealer. Pertumbuhan kanal digital yang lebih rendah dibanding total pembiayaan menunjukkan jalur konvensional masih menyumbang porsi besar penyaluran.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





