
PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), menggelar pelatihan bertajuk Commodity Market Intelligence & Price Forecasting Strategy di Jakarta. Pelatihan ini memasuki hari kedua dengan fokus pembahasan peramalan perubahan harga (return) CPO, baik di pasar spot Indonesia maupun pasar futures CPO internasional.
Membaca Volatilitas dan Risiko Harga
Materi hari kedua mengulas volatilitas harga CPO dan dampaknya terhadap ketidakpastian pendapatan pelaku usaha. Peserta juga diperkenalkan pada karakteristik pasar spot domestik dibandingkan pasar futures global, serta cara memanfaatkan data return harga sebagai dasar manajemen risiko.
Pendekatan ARIMA dan Analisis Teknikal
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari penerapan metode forecasting untuk memprediksi return CPO pada horizon 1, 3, dan 6 bulan menggunakan pendekatan ARIMA dan analisis teknikal. Sejumlah indikator turut dibahas, termasuk Momentum (MOM), Moving Average (MA), RSI, Filtering Rule (FR), dan Support-Resistance (SR).
Melalui pelatihan ini, PT KPBN berharap pesertanya mampu memanfaatkan data historis dan pendekatan peramalan untuk membaca arah pergerakan harga CPO, sekaligus mendukung pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko yang lebih matang di pasar komoditas kelapa sawit.
Catatan Redaksi. ARIMA memproyeksikan harga ke depan dari pola data historisnya sendiri, sementara indikator seperti RSI dan Moving Average adalah alat analisis teknikal yang lazim dipakai di pasar saham maupun komoditas untuk membaca tren dan momentum harga. Pasar spot mencatat harga transaksi fisik saat ini, berbeda dengan pasar futures yang memperdagangkan kontrak harga untuk pengiriman mendatang, sehingga sering dipakai pelaku usaha untuk lindung nilai atau hedging terhadap fluktuasi harga.
Sumber: PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), PTPN Group.





