
PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) melakukan pekerjaan preservasi jalan di Ruas Tol Semarang selama Oktober 2026. Pekerjaan ini terdiri dari dua jenis, yaitu scrapping, filling, and overlay (SFO) serta rekonstruksi rigid, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas perkerasan jalan tol.
Pekerjaan SFO dijadwalkan berlangsung pada 5-11 Oktober 2026, sementara rekonstruksi rigid dilaksanakan pada rentang yang lebih panjang, yakni 1-19 Oktober 2026. Selama masa pengerjaan, akan ada pengaturan lalu lintas situasional berupa penutupan lajur di sejumlah titik pada Seksi A, B, dan C ruas tol tersebut, dengan jam kerja yang bervariasi mulai pagi hingga malam hari.
Titik dan Waktu Penutupan Lajur
Untuk pekerjaan SFO, penutupan lajur dilakukan bergilir setiap malam pukul 18.00 WIB dan dibuka kembali pukul 06.00 WIB keesokan harinya, mencakup titik-titik di Seksi A, B, dan C dengan kisaran KM 427 hingga KM 436. Sementara itu, pekerjaan rekonstruksi rigid berlangsung lebih lama di beberapa lokasi, seperti Seksi A KM 420 yang ditutup sejak 1 Oktober hingga 17 Oktober 2026, serta Seksi B KM 428-432 yang ditutup sejak 3 Oktober hingga 19 Oktober 2026.
Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Suchandra P. Hutabarat, menyatakan bahwa pekerjaan preservasi ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk menjaga keandalan infrastruktur jalan tol. Ia menekankan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
JMTM mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, serta mempertimbangkan jadwal pekerjaan saat merencanakan perjalanan melintasi Tol Semarang. Informasi lalu lintas terkini dapat diakses melalui One Call Center 133 atau aplikasi Travoy.
Catatan Redaksi. Scrapping, filling, and overlay (SFO) adalah metode perbaikan jalan dengan mengikis permukaan aspal yang rusak, mengisi bagian berlubang, lalu melapisi ulang dengan aspal baru, biasanya untuk kerusakan permukaan yang belum terlalu parah. Rekonstruksi rigid berbeda, karena membongkar struktur jalan beton hingga lapisan dasar dan membangunnya kembali, sehingga butuh waktu penutupan yang lebih lama seperti terlihat pada jadwal di Seksi A dan B.
Sumber: PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).





