
Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta menggelar acara bertajuk ION Build di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang didukung Google.org dan Indosat Ooredoo Hutchison ini mempertemukan startup, founder, developer, serta pelaku bisnis untuk membahas konsep open network dan interoperabilitas dalam ekosistem perdagangan digital.
Peluang Baru Lewat Jaringan Terbuka
T. Koshy, Founding MD & CEO ONDC India, menjelaskan bahwa ekosistem digital yang terkonsentrasi pada satu platform sering menyulitkan bisnis kecil untuk menjangkau pelanggan maupun pemasok. Melalui jaringan terbuka, berbagai layanan dapat diakses lintas platform menggunakan protokol yang sama, sehingga pelaku usaha kecil tetap bisa fokus pada keahlian utamanya sambil memanfaatkan layanan pihak lain.
Baca juga:
- Malam Networking Bisnis Indonesia-India ala IIBF, ION Diperkenalkan
- ION Ajak Startup Bandung Intip Peluang Bisnis di Infrastruktur Digital
Dr. Bayu Prawira Hie, CEO Indonesia Open Network, menegaskan bahwa ION bukan pesaing platform digital yang sudah ada, melainkan infrastruktur yang berada di bawahnya. Dengan analogi jalan raya, ia menjelaskan bahwa berbagai pelaku usaha dapat saling terhubung selama mengikuti aturan bersama, sehingga seller mendapat akses ke lebih banyak buyer dan sebaliknya.
Dukungan Pemerintah dan Pandangan Pelaku Usaha
Dr. Sonny Hendra Sudaryana dari Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut Indonesia sebagai negara dengan ekosistem e-commerce terbesar ketiga di dunia, dengan 80 persen transaksinya digerakkan oleh UMKM. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang hanya berlangsung hingga 2035 untuk membangun kapasitas digital dan kewirausahaan.
Sejumlah panelis dari HaloJe Delivery Indonesia dan Olsera turut menyoroti bahwa digitalisasi tanpa integrasi sistem justru dapat menciptakan inefisiensi baru. Salah satu peserta, CEO CSI Brandify Feriska Oktarina, mengaku baru mengetahui adanya infrastruktur semacam ION yang berpotensi menghubungkan startup dengan ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk perbankan.
Catatan Redaksi. Model open network yang dibahas di sini merujuk pada protokol seperti ONDC di India, yaitu standar terbuka yang membuat aplikasi dan platform berbeda bisa saling bertransaksi tanpa harus berada dalam satu sistem yang sama, mirip cara email bisa terkirim lintas penyedia layanan. Ini berbeda dari marketplace konvensional yang mengunci penjual dan pembeli dalam satu platform tunggal, sehingga interoperabilitas semacam ini berpotensi memperluas akses pasar bagi usaha kecil tanpa memaksa semua pihak berpindah ke platform yang sama.
Sumber: Indonesia Open Network (ION) dan Garuda Spark Innovation Hub.





