Strayos: AI Desain Peledakan Tambang dari Data Drone Survey

Strayos: AI Desain Peledakan Tambang dari Data Drone Survey

Perusahaan teknologi pertambangan Strayos mengembangkan platform analitik berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengolah data drone survey untuk mendukung perencanaan peledakan (blasting) di tambang terbuka. Platform ini mengintegrasikan data permukaan tambang hasil pemetaan drone yang sudah diproses melalui DJI Terra, lalu menganalisisnya untuk merancang pola lubang bor, memprediksi fragmentasi batuan, hingga menghitung volumetrik stockpile.

Di pertambangan terbuka, proses peledakan berfungsi memecah batuan agar lebih mudah digali dan diangkut. Desain yang kurang presisi berisiko menghasilkan bongkahan batu berukuran terlalu besar, pemborosan bahan peledak, atau bahkan mengancam kestabilan lereng di sekitar area tambang. Menurut Strayos, salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan data permukaan yang sudah usang saat desain dibuat. Platform ini diklaim menutup celah tersebut dengan menghubungkan data drone survey terbaru langsung ke proses perencanaan peledakan.

Baca juga:

Bagaimana Alurnya Bekerja

Proses dimulai dari drone survey yang merekam kondisi permukaan tambang, misalnya menggunakan drone untuk pemetaan fotogrametri maupun drone berteknologi LiDAR. Data mentah tersebut kemudian diproses di DJI Terra menjadi peta foto (orthomosaic) dan model ketinggian permukaan (DSM). Dari situ, Strayos mengolah data tersebut untuk merancang pola lubang bor dan takaran bahan peledak, sekaligus memprediksi hasil peledakan sebelum benar-benar dieksekusi di lapangan.

Selain modul desain pola bor dan peledakan, Strayos juga menyediakan fitur analisis fragmentasi untuk mengukur ukuran batuan hasil ledakan, volumetrik dan rekonsiliasi untuk mencocokkan rencana dengan realisasi produksi, serta pemantauan kestabilan lereng dan dinding tambang (highwall). Platform ini turut mendukung analisis kondisi jalan angkut (haul road), deteksi perubahan permukaan tambang, dan dashboard pelaporan progres kerja.

Studi Kasus di PT BUMA

Salah satu penerapan teknologi ini tercatat di kontraktor pertambangan batu bara PT BUMA. Pemetaan jalan angkut dilakukan secara otomatis menggunakan drone dock, kemudian data diproses di DJI Terra sebelum dianalisis oleh Strayos. Hasilnya, sistem AI mampu mendeteksi lubang jalan dan kerusakan permukaan, sekaligus menilai kemiringan, crossfall, berm, dan lebar jalan hanya dalam waktu sekitar empat jam tanpa memerlukan inspeksi manual.

Catatan Redaksi. Orthomosaic adalah foto udara yang sudah dikoreksi agar skalanya akurat seperti peta, sedangkan DSM adalah model ketinggian permukaan tanah, dua keluaran standar dari pemetaan drone baik lewat foto maupun pemindaian laser (LiDAR). Desain peledakan yang memakai data lama berisiko meleset karena permukaan tambang berubah cepat akibat penggalian harian, sehingga pola lubang bor dan takaran bahan peledak perlu dihitung dari peta paling mutakhir.

Sumber: Strayos.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan