Local Culture and Interfaith Expo 2026 Usung Budaya Peranakan Tionghoa

Local Culture and Interfaith Expo 2026 Usung Budaya Peranakan Tionghoa

BINUS @Malang menggelar Local Culture and Interfaith Expo pada 28 September 2026, mengangkat tema budaya Peranakan Tionghoa sebagai bagian dari upaya mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada mahasiswa dan masyarakat umum. Acara ini diselenggarakan oleh Center of Excellence – Center of BINUS Digital Culture (CBCD) dan terbuka untuk umum.

Rangkaian acara terdiri dari seminar, workshop, diskusi, serta pameran. Seminar bertajuk “Identitas Peranakan Tionghoa di Indonesia” diisi oleh Toni Dian Efendi, membahas sejarah dan seni lukis tradisional Tionghoa. Dilanjutkan dengan Workshop Chinese Painting dan Chinese Calligraphy bersama Chen Xin dan Tim Hakka, di mana peserta dapat mempraktikkan langsung kedua seni tersebut. Sesi penutup berupa bedah buku “Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang” bersama Bambang AW dan Sri Pandanari.

Bacaan Lainnya

Pameran Budaya dan Permainan Tradisional

Selain seminar dan workshop, expo juga menghadirkan area pameran seperti book corner, Mahjong Game Corner, Chinese Chess, Koa Forecast, kuliner khas Peranakan Tionghoa, pameran lukisan dan foto, hingga koleksi pakaian serta benda sehari-hari era Peranakan.

Campus Director BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., mengatakan pengenalan budaya melalui pengalaman langsung penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat, merasakan, dan berinteraksi langsung dengan budaya yang dipelajari.

Catatan Redaksi. Peranakan Tionghoa merujuk pada keturunan imigran Tionghoa yang menetap lama di Nusantara dan membaurkan tradisi leluhur dengan budaya lokal, sehingga melahirkan ciri khas tersendiri dalam bahasa, kuliner, hingga kesenian seperti lukisan dan kaligrafi yang dipamerkan dalam acara ini. Koa sendiri adalah permainan kartu tradisional khas komunitas Tionghoa peranakan yang biasa dimainkan saat kumpul keluarga, mirip fungsinya dengan Mahjong dan Chinese Chess yang juga ditampilkan sebagai bagian dari pengenalan budaya secara langsung.

Sumber: BINUS @Malang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan