Petani Sawit Setiyono Dipuji Mentan Amran di Depan Mahasiswa UMRI

Petani Sawit Setiyono Dipuji Mentan Amran di Depan Mahasiswa UMRI
Ilustrasi (AI)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memuji Setiyono, petani sawit binaan PTPN IV PalmCo, sebagai contoh sukses di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Pujian itu disampaikan dalam kuliah umum rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf UMRI 2026 di Pekanbaru, dengan tema membangun kewirausahaan dan agribisnis untuk ketahanan pangan nasional.

Buku Perjalanan Petani

Setiyono, yang juga memimpin KUD Tunas Muda di Kabupaten Siak, menyerahkan buku yang merekam perjalanan suksesnya sebagai petani sawit mitra PTPN IV PalmCo kepada Mentan. Amran pun merangkulnya dan menyebutnya sebagai petani hebat, sekaligus mendorong mahasiswa untuk tidak ragu bercita-cita menjadi petani karena delapan dari sepuluh konglomerat di Indonesia berasal dari sektor perkebunan.

Bacaan Lainnya

Selain menjadi petani dan pengurus koperasi, Setiyono tercatat sebagai ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia. Ia turut aktif mendorong ribuan petani lain untuk bermitra dengan PTPN IV PalmCo guna mempersempit kesenjangan produktivitas sawit antara petani rakyat dan perusahaan, termasuk melalui program peremajaan sawit rakyat.

Setiyono mengaku bangga dan terharu buku perjalanannya diterima langsung oleh Mentan dan dijadikan contoh di hadapan generasi muda. Ia menekankan bahwa keberhasilan petani tidak datang instan, melainkan lewat kemauan belajar, kerja keras, adaptasi teknologi, serta penguatan kelembagaan petani.

Ia berharap kisahnya membuka pandangan generasi muda bahwa sektor pertanian punya masa depan luas, termasuk sebagai ruang berwirausaha dan berbisnis agribisnis, sekaligus mendukung upaya swasembada pangan dan ketahanan energi nasional. Bagi PTPN IV PalmCo, kisah ini menjadi contoh pentingnya membangun ekosistem perkebunan yang memberi ruang tumbuh bagi petani rakyat.

Catatan Redaksi. Skema inti-plasma yang disebut dalam artikel ini merujuk pada kemitraan sejak era Perkebunan Inti Rakyat (PIR), di mana perusahaan seperti PTPN IV PalmCo menyediakan bibit dan pembinaan teknis, sementara petani menggarap lahan sendiri dan menjual hasil ke perusahaan mitra. Kesenjangan produktivitas sawit rakyat dengan perusahaan umumnya terjadi karena tanaman sudah tua atau berbibit tidak bersertifikat, sehingga program peremajaan sawit rakyat coba mengatasinya.

Sumber: PTPN IV PalmCo (Holding Perkebunan Nusantara/PTPN Group).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan