
Purana Group merilis laporan dampak pameran bertajuk “PURANA 17: Renjana Perca” yang digelar di Grand Indonesia untuk memperingati 17 tahun perjalanan label tersebut. Pameran ini mengangkat konsep fesyen sirkular, memadukan warisan budaya dengan upaya mendaur ulang material tekstil lama menjadi karya baru.
Pendiri sekaligus Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, menjadikan acara ini sebagai wujud nyata dari gagasan “Livable Art” yang selama ini diusung labelnya. Alih-alih dibuang, arsip tekstil Purana selama hampir dua dekade diolah ulang menjadi bagian dari instalasi pameran.
Baca juga:
- PURANA 17 Renjana Perca 2026 Meriahkan Grand Indonesia
- PURANA 17 Renjana Perca 2026: Daftar Pemenang Lomba Mewarnai Anak
Struktur Zero-Waste dan Kolaborasi Seniman
Struktur arsitektur pameran dibangun dari 1.366 kilogram kardus daur ulang. Purana juga menggandeng 12 seniman dan kreator kontemporer untuk mengolah 62 kilogram limbah tekstil arsip menjadi instalasi seni. Sekitar 180 pengunjung turut dilibatkan secara langsung dengan menenun kurang lebih 3.000 meter potongan kain arsip di atas alat tenun interaktif yang disediakan panitia.
Setelah acara usai, Purana mendonasikan 780 meter persegi karpet pameran kepada Yayasan Rumah Al-Fatih Arsya Respati agar material tersebut tetap dapat dimanfaatkan, bukan berakhir sebagai limbah.
Dari sisi bisnis, perusahaan mengklaim inisiatif ini mendorong kenaikan penjualan sebesar 90,7 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Purana juga mencatat estimasi nilai komunikasi hingga Rp14,874 miliar, sekitar 3,54 kali dari target awal yang mereka tetapkan.
Catatan Redaksi. Fesyen sirkular adalah pendekatan yang berusaha memperpanjang usia pakai material tekstil, misalnya lewat daur ulang, penenunan ulang, atau donasi, alih-alih membuangnya setelah dianggap tak terpakai. Pendekatan ini berbeda dari model produksi linier yang lazim di industri mode, di mana bahan sisa produksi atau arsip lama umumnya berakhir sebagai limbah. Konsep zero-waste dalam pameran ini juga tercermin dari penggunaan bahan yang bisa didaur ulang atau disalurkan kembali setelah acara usai, sehingga jejak material yang terbuang dapat ditekan.
Sumber: Purana Group.





