
Banyak pemadaman listrik tidak muncul tiba-tiba. Penyebabnya kerap berawal dari hal kecil yang tak terlihat kasat mata, seperti sambungan kabel yang mulai kendur atau konektor yang berkarat. Bagian tersebut tampak normal dari luar, padahal suhunya terus naik setiap hari hingga akhirnya merusak komponen dan memutus pasokan listrik ke ribuan pelanggan.
Cara Kerja Inspeksi Thermal
Untuk mendeteksi masalah ini lebih awal, Halo Robotics menawarkan layanan thermal inspection menggunakan drone berkamera thermal. Berbeda dari kamera biasa, kamera ini membaca radiasi panas yang dipancarkan setiap benda dan mengubahnya menjadi peta suhu. Drone terbang menyusuri jalur transmisi, merekam tower dan kabel, lalu membandingkan suhu tiap komponen dengan komponen sejenis di sekitarnya. Bagian yang suhunya jauh lebih tinggi langsung ditandai lengkap dengan koordinat dan nilai suhunya, sehingga tim perawatan tahu persis titik yang perlu diperbaiki.
Masalah yang paling sering terungkap lewat metode ini antara lain sambungan longgar, konektor yang mulai korosi, insulator atau penyekat listrik pada tower yang retak maupun kotor, hingga kabel dengan untaian yang putus sebagian.
Perangkat yang Digunakan
Layanan ini mengandalkan kamera thermal DJI Zenmuse H30T yang mampu membaca suhu dengan resolusi 1280 x 1024 piksel dan zoom digital hingga 32x, sehingga titik panas di puncak tower tetap terbaca dari jarak aman. Kamera ini bisa mengukur suhu pada rentang -20 hingga 150 derajat Celsius untuk pembacaan presisi, atau hingga 600 derajat Celsius untuk objek yang sangat panas. Untuk inspeksi detail, kamera dipasang pada drone DJI Matrice 400, sementara patroli rutin tanpa kehadiran pilot memakai stasiun otomatis DJI Dock 3 berpasangan dengan DJI Matrice 4TD. Untuk pemeriksaan cepat di lapangan, tersedia opsi DJI Matrice 4T dengan kamera thermal 640 x 512 piksel dalam bodi yang lebih ringkas.
Dengan pendekatan ini, perbaikan jaringan listrik bergeser dari sifat darurat menjadi predictive maintenance, yakni perawatan yang dijadwalkan berdasarkan data sebelum kerusakan benar-benar terjadi. Selain mencegah pemadaman, metode ini juga menghindarkan petugas dari risiko memanjat struktur bertegangan tinggi, membuat biaya perbaikan lebih terencana, dan menghasilkan data suhu yang bisa dibandingkan antarperiode. Pendekatan serupa juga diterapkan pada jaringan SUTT dan SUTET, gardu induk, hingga pembangkit listrik tenaga surya.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Halo Robotics, penyedia layanan thermal inspection yang dibahas di dalamnya. Kamera thermal bekerja dengan menangkap radiasi inframerah yang dipancarkan benda akibat suhunya, bukan cahaya tampak seperti kamera biasa, sehingga titik yang lebih panas dari sekitarnya bisa terlihat meski secara kasat mata tampak normal. Pendekatan predictive maintenance sendiri berbeda dari perawatan reaktif yang menunggu kerusakan terjadi, karena perbaikan dijadwalkan berdasarkan data suhu yang terus dipantau dari waktu ke waktu.
Sumber: Halo Robotics.





