
Stasiun Bandung terus bertransformasi menjadi stasiun kereta api modern dengan berbagai fasilitas baru yang menyasar kenyamanan penumpang, mulai dari area parkir, ruang tunggu, proses boarding, hingga akses menuju peron.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen KAI menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih berkualitas. Stasiun Bandung memiliki dua sisi layanan, yakni sisi utara untuk KA Jarak Jauh dan KA Feeder, serta sisi selatan untuk KA Commuter Line.
Boarding Face Recognition dan Fasilitas Penunjang
Di sisi utara, penumpang KA Jarak Jauh kini dapat menikmati Ruang Tunggu Zona 2 berkursi sofa serta proses boarding memakai teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang membuat pemeriksaan lebih cepat. Stasiun ini juga menyediakan water drinking station gratis bagi penumpang yang membawa tumbler, selain fasilitas toilet, charging station, coworking space, area komersial, dan lahan parkir yang luas.
Untuk akses menuju peron, tersedia sky bridge yang dilengkapi travelator agar perpindahan penumpang lebih aman dan nyaman. KAI juga memastikan seluruh fasilitas dapat diakses oleh penumpang penyandang disabilitas sebagai bagian dari prioritas aksesibilitas.
VIP Lounge untuk Kelas Premium
Sebagai fasilitas terbaru, KAI Daop 2 Bandung menghadirkan VIP Lounge di sisi utara Stasiun Bandung yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh penumpang kelas layanan Panoramic, Luxury, Compartemen, dan Wisata selama menunggu keberangkatan.
Kuswardojo mengimbau masyarakat datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, mengikuti petunjuk petugas, dan menjaga fasilitas bersama agar dapat terus dinikmati oleh seluruh pengguna jasa kereta api.
Catatan Redaksi. Boarding dengan pengenalan wajah bekerja dengan mencocokkan data KTP atau tiket yang sudah didaftarkan penumpang dengan wajah saat pemindaian di gerbang, sehingga petugas tak perlu memeriksa tiket dan identitas secara manual satu per satu. Sky bridge dengan travelator sendiri adalah jembatan penghubung antar peron yang dilengkapi lantai berjalan otomatis, mirip yang biasa dijumpai di bandara, untuk memudahkan penumpang berpindah tanpa harus menaiki tangga atau membawa barang secara manual.
Sumber: KAI Daop 2 Bandung.





