
Aplikasi media sosial Sanct, yang dirancang khusus untuk keluarga dan sahabat dekat, dijadwalkan resmi hadir di Indonesia pada 29 September 2026, sehari setelah peluncurannya di Singapura pada 28 September. Aplikasi besutan Sion Abednego, founder asal Indonesia, ini kini sudah bisa dipra-pesan melalui App Store dan menyasar Indonesia, Singapura, serta Malaysia sebagai tiga negara peluncuran pertamanya.
Serial Film Jadi Cara Perkenalan
Bertepatan dengan momentum peluncuran, Sanct menayangkan episode keempat dari serial film pendeknya berjudul “I remember.” di YouTube pada Selasa (22/9). Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura, dengan latar Sanctum, fitur “pantai” virtual di dalam aplikasi tempat pengguna bisa berkumpul secara daring setiap pukul 18.00. Menurut Sion, seluruh tampilan layar aplikasi yang muncul di film diambil langsung dari produk Sanct yang sudah berjalan, hanya nama tokoh dan isi pesan yang diganti agar sesuai alur cerita.
Baca juga:
Di dalam film, fitur Sancty, asisten bawaan aplikasi, digambarkan mengingatkan anggota keluarga soal jam tidur dan menyapa mereka di pagi hari lewat notifikasi personal. Sanct menegaskan bahwa fitur pengingat kebiasaan semacam ini bersifat opsional, tidak aktif secara otomatis, dan baru berfungsi setelah pengguna menyalakannya sendiri lewat pengaturan.
Soal Privasi Data
Sanct mengklaim tidak menampilkan iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat momen yang mereka bagikan, mulai dari seluruh lingkaran pertemanan hingga hanya diri sendiri. Perusahaan juga menyebut data yang diproses asisten Sancty tidak digunakan untuk melatih model AI publik.
Sejak membuka closed beta pada 23 Agustus 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Sanct mengklaim kini memiliki lebih dari 350 pengguna aktif, dengan sekitar 1.600 orang lain masih berada dalam daftar tunggu yang diundang masuk secara bertahap. Pekan lalu, tim Sanct juga memperkenalkan aplikasinya kepada pengunjung di ajang Tech in Asia Conference 2026 di Singapura. Ke depan, Sanct akan menerapkan model freemium, dengan fitur inti tetap gratis dan fitur premium opsional menyusul kemudian.
Catatan Redaksi. Model ‘data tidak dipakai melatih AI publik’ yang disebut Sanct merujuk pada praktik umum asisten AI, yang biasanya menyerap percakapan pengguna untuk meningkatkan kemampuan model secara luas, sehingga isi obrolan bisa muncul dalam bentuk lain di kemudian hari. Aplikasi semacam ini, yang membatasi lingkaran sosial dan meniadakan linimasa publik, merupakan bagian dari tren media sosial privat yang muncul sebagai alternatif dari platform berbasis algoritma dan iklan yang selama ini mendominasi.
Sumber: Sanct Social.





