
LRT Jabodebek menegaskan bahwa seluruh area operasionalnya, mulai dari dalam rangkaian kereta hingga stasiun, berada di bawah pengawasan selama 24 jam penuh. Pengawasan ini dijalankan lewat kombinasi teknologi kamera pemantau dan kehadiran petugas keamanan di lapangan.
Secara total terdapat 1.129 unit CCTV yang terhubung secara real-time ke Operation Control Centre (OCC). Rinciannya, 434 kamera terpasang di dalam rangkaian kereta, sementara 695 lainnya tersebar di 18 stasiun, mencakup pintu masuk, loket, area parkir, peron, hingga jalur evakuasi.
Selain kamera, pengawasan diperkuat oleh 494 petugas keamanan yang bertugas bergantian sepanjang hari. Sebanyak 80 orang bertugas mengawal perjalanan kereta, sedangkan 414 petugas lainnya ditempatkan di stasiun serta fasilitas operasional dan area pelayanan pengguna.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kombinasi teknologi dan kehadiran petugas diperlukan karena tidak semua situasi bisa ditangani hanya lewat pemantauan kamera. Sistem CCTV, menurutnya, juga berperan penting dalam mengantisipasi gangguan terhadap fasilitas, termasuk kasus upaya pencurian kabel grounding di area operasional, yang rekamannya dapat menjadi bahan pendukung penelusuran aparat penegak hukum.
Radhitya mengimbau pengguna untuk segera melapor ke petugas terdekat apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, serta tetap memperhatikan barang bawaan dan kondisi sekitar selama perjalanan.
Catatan Redaksi. Operation Control Centre adalah pusat kendali yang memantau seluruh perjalanan kereta secara terpusat, sehingga rekaman ratusan CCTV bisa langsung diakses tanpa perlu ditarik satu per satu dari lokasi. Kabel grounding sendiri berfungsi mengalirkan arus listrik berlebih ke tanah agar sistem kelistrikan kereta aman dari sengatan atau korsleting, sehingga gangguan pada kabel ini berisiko langsung terhadap keselamatan operasional.
Sumber: LRT Jabodebek.





