
LRT Jabodebek memperingati tiga tahun masa operasionalnya pada Jumat (28/8) dengan menggelar sejumlah kegiatan yang menyasar lingkungan dan masyarakat sekitar kawasan operasionalnya. Rangkaian acara ini mencakup penanaman pohon, donor darah, hingga pembagian kopi gratis kepada pengguna.
Penanaman 123 Pohon di 10 Stasiun
Sebanyak 123 pohon Pule ditanam secara serentak di sepuluh stasiun, yaitu Ciracas, Harjamukti, Kampung Rambutan, Dukuh Atas BSI, Halim, Jatibening Baru, Cikunir 1, Cikunir 2, Bekasi Barat, dan Jatimulya. Penghijauan ini ditujukan untuk menambah ruang hijau di lingkungan stasiun sekaligus menjaga kenyamanan kawasan transportasi publik.
Baca juga:
- LRT Jabodebek Catat 3 Juta Penumpang Sebulan, Juli 2026
- KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan
Di Stasiun Jatimulya, digelar pula kegiatan donor darah bertema “Setetes Darah, Sejuta Harapan” yang melibatkan pengguna dan pekerja LRT Jabodebek yang memenuhi syarat. Sementara di Stasiun Bekasi Barat, petugas membagikan 300 cangkir kopi gratis kepada pengguna yang sedang melakukan perjalanan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk hadir tidak hanya lewat layanan transportasi, tetapi juga lewat kegiatan yang menyentuh lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan operasional.
Selama tiga tahun beroperasi, LRT Jabodebek telah menjadi salah satu moda transportasi publik andalan warga Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, dengan integrasi antarmoda ke KRL Commuterline, Kereta Cepat Whoosh, Kereta Bandara, MRT Jakarta, TransJakarta, dan layanan feeder lainnya. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus mengevaluasi layanan dari sisi operasional maupun fasilitas demi kenyamanan pengguna.
Catatan Redaksi. Integrasi antarmoda yang disebut di atas berarti perpindahan antar moda transportasi bisa dilakukan dalam satu kawasan stasiun tanpa keluar jauh dari area transit, sering disebut transit oriented development. Model ini lazim diterapkan di kota besar dunia karena mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan memangkas waktu tempuh antar moda seperti kereta, bus, dan layanan bandara dalam satu perjalanan.
Sumber: LRT Jabodebek.





