
Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada akhir Agustus 2026 dimanfaatkan banyak masyarakat untuk bepergian dengan kereta api, baik untuk silaturahmi maupun berwisata. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat lonjakan pergerakan penumpang di sejumlah stasiun selama lima hari, yakni Jumat (21/8) hingga Selasa (25/8).
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi pusat keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta jarak jauh. Di Stasiun Bandung, tercatat 27.814 penumpang berangkat dan 28.948 penumpang datang. Sementara Stasiun Kiaracondong melayani 14.280 penumpang berangkat dan 13.615 penumpang datang.
Baca juga:
- KAI Bandara Layani 84 Ribu Penumpang Libur Maulid Nabi 2026
- KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung: 76 Ribu Penumpang Libur Maulid 2026
Priangan Timur Ikut Ramai
Lonjakan penumpang juga terjadi di wilayah Priangan Timur. Stasiun Tasikmalaya mencatat 6.388 penumpang berangkat dan 6.140 penumpang datang. Stasiun Banjar melayani 3.713 keberangkatan dan 3.536 kedatangan, sedangkan Stasiun Garut mencatat 3.439 keberangkatan dan 3.460 kedatangan. Menurut Kuswardojo, data ini menunjukkan mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat di Bandung, tetapi menyebar ke daerah wisata lain di Priangan Timur.
Peningkatan penumpang turut dirasakan pada layanan KA Lokal Siliwangi rute Cipatat–Sukabumi. Stasiun Cianjur mencatat 6.767 penumpang berangkat dan 7.063 penumpang datang, sementara Stasiun Cipatat melayani 3.437 keberangkatan dan 3.981 kedatangan.
Kuswardojo menyebut tren ini menegaskan posisi kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat saat libur panjang karena dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya. KAI Daop 2 Bandung menyatakan akan terus menjaga pelayanan optimal, termasuk saat momen libur panjang lain ke depannya.
Catatan Redaksi. Kereta jarak jauh dan KA Lokal seperti Siliwangi melayani segmen berbeda: yang pertama menghubungkan kota antarprovinsi, sedangkan KA Lokal melayani rute pendek antarkota dalam satu wilayah dengan tarif dan jadwal lebih rapat, sehingga sering jadi pilihan warga sekitar Cianjur dan Sukabumi untuk perjalanan harian atau wisata singkat. Lonjakan penumpang saat libur panjang seperti Maulid umumnya terjadi karena kombinasi arus mudik lokal dan wisata, pola yang biasa dipantau operator kereta untuk menyesuaikan jumlah perjalanan tambahan.
Sumber: KAI Daop 2 Bandung.





