PLTS Pulau Sembur Batam: Listrik 24 Jam untuk 200 KK Nelayan

PLTS Pulau Sembur Batam: Listrik 24 Jam untuk 200 KK Nelayan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Giga Watt peak (GWp) di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Salah satu proyek yang turut diluncurkan dalam momentum tersebut adalah PLTS Desa berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, yang dikembangkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Koperasi.

Listrik 24 Jam untuk Kampung Nelayan

PLTS Pulau Sembur dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh sehingga mampu menyuplai listrik selama 24 jam penuh kepada sekitar 200 kepala keluarga, termasuk 158 rumah warga. Sebelumnya, warga setempat hanya mengandalkan genset pribadi yang menyala tiga hingga empat jam pada malam hari.

Bacaan Lainnya

Proyek ini melalui proses bertahap sejak groundbreaking pada 20 Desember 2025, dilanjutkan konstruksi pada 13 Maret 2026, hingga mencapai tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.

Dorong Ekonomi Nelayan

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas ini turut dilengkapi ice maker berkapasitas 4 ton per hari dan cold storage berkapasitas 5 ton guna mendukung rantai dingin hasil tangkapan nelayan. Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyebut kehadiran listrik yang andal akan mendukung aktivitas ekonomi produktif masyarakat dan koperasi setempat.

Pemanfaatan PLTS ini diperkirakan menghemat konsumsi bahan bakar minyak hingga 320 ribu liter per tahun, atau setara penghematan biaya sekitar Rp3,5 miliar hingga Rp5 miliar per tahun. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyebut proyek ini sebagai wujud nyata kemandirian energi sekaligus penguatan peran koperasi dan ekonomi desa.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Pertamina NRE, pengembang proyek PLTS yang dibahas di dalamnya. BESS atau baterai penyimpanan energi menjadi kunci PLTS bisa menyala 24 jam, karena panel surya hanya menghasilkan listrik saat ada sinar matahari, sehingga daya berlebih di siang hari disimpan untuk dipakai malam hari, berbeda dari PLTS biasa yang bergantung penuh pada cuaca dan waktu.

Sumber: Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan