
PT Arafura Surya Alam (ASA) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp100 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (21/8). Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Tim Tanggap Bencana PAMA Group yang telah mendirikan posko kemanusiaan di Kabupaten Manggarai, NTT. Tim tersebut bertugas melakukan asesmen kondisi lapangan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga terdampak.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan
Direktur Operasional PT ASA, Robian Magabe, menjelaskan bahwa jenis bantuan yang disalurkan akan menyesuaikan hasil identifikasi kebutuhan di lokasi bencana. Menurutnya, fleksibilitas dalam penyaluran bantuan penting agar dukungan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak.
Robian menegaskan bahwa keterlibatan PT ASA sebagai bagian dari PAMA Group dan United Tractors merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menyebut perusahaan turut bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam berbagai upaya penanganan bencana di sejumlah daerah, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Selain bantuan dana dan logistik, PAMA Group turut menerjunkan Tim Tanggap Bencana berpengalaman dalam kegiatan evakuasi, distribusi bantuan, serta dukungan kemanusiaan lain di wilayah terdampak. Robian berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat NTT selama masa tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di daerah tersebut.
Catatan Redaksi. PT Arafura Surya Alam merupakan anak usaha di bawah PAMA Group (Pamapersada Nusantara), yang berada dalam grup United Tractors, sehingga bantuan ini biasanya berjalan lewat jalur tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang sudah punya struktur tim tanggap bencana permanen. Model seperti ini umum di perusahaan tambang dan alat berat karena mereka sudah memiliki logistik dan personel yang biasa dikerahkan ke lokasi terpencil.
Sumber: PT Arafura Surya Alam (ASA).





