Aplikasi Raya Jadi Official Bank Partner Bazaar LOKALINKD 2026

Aplikasi Raya Jadi Official Bank Partner Bazaar LOKALINKD 2026
Ilustrasi (AI)

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali memperluas dukungannya terhadap ekonomi kreatif lokal dengan menjadi Official Bank Partner bazaar LOKALINKD yang digelar pada 15–16 Agustus 2026 di CIBIS Park, Simatupang. Dalam acara tersebut, Aplikasi Raya dihadirkan sebagai sarana pembayaran digital bagi pengunjung dan ratusan pelaku usaha kreatif, termasuk Naroo Matcha dan Burger Qiu.

Corporate Secretary Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam LOKALINKD merupakan bagian dari upaya mempercepat inklusi keuangan digital. Selain memudahkan transaksi pengunjung, Bank Raya juga memperkenalkan fitur Saku Bisnis kepada para pelaku usaha agar pengelolaan keuangan mereka lebih praktis dan efisien.

Bacaan Lainnya

Pertumbuhan Transaksi Digital

Hingga kuartal II 2026, Bank Raya mencatat pertumbuhan Digital Saving sebesar Rp2,47 triliun atau naik 66,4% secara tahunan (yoy). Sementara itu, volume transaksi melalui Aplikasi Raya tercatat meningkat 41,2% dan menembus angka 3 juta transaksi.

Menurut Ajeng, capaian ini mencerminkan semakin terbiasanya masyarakat memanfaatkan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari. Bagi Bank Raya, pertumbuhan tersebut bukan sekadar soal volume transaksi, melainkan juga bagaimana layanan digital dapat membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih terencana.

Selain LOKALINKD, Bank Raya sebelumnya telah mendukung sejumlah komunitas pelaku usaha lain seperti Lala Market, P-Land, dan Sundown Markette. Ke depan, perusahaan berencana memperluas dukungan bagi pelaku usaha lokal dengan mendorong adopsi fitur Saku Bisnis secara lebih luas.

Catatan Redaksi. Fitur seperti Saku Bisnis lazim disebut pocket atau sub-rekening pada bank digital, yang memungkinkan pengguna memisahkan uang untuk modal, operasional, dan kebutuhan pribadi dalam satu aplikasi tanpa membuka rekening baru. Pemisahan ini relevan bagi pelaku usaha kreatif skala kecil karena bercampurnya keuangan pribadi dan bisnis kerap membuat perhitungan untung rugi usaha jadi tidak jelas.

Sumber: PT Bank Raya Indonesia Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan