
Tigo AI memperkenalkan Matrix v4.0, sebuah sistem pemasaran digital yang dirancang untuk menyatukan sejumlah proses yang selama ini biasanya dikelola secara terpisah, mulai dari produksi materi kreatif, distribusi konten, kerja sama dengan kreator, hingga analisis performa kampanye. Perusahaan menyebut platform ini dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter ekosistem digital di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.
Menyatukan Proses yang Selama Ini Terpisah
Menurut Tigo AI, pelaku bisnis kerap harus menggunakan beberapa layanan berbeda untuk membuat konten, mencari kreator, menjalankan kampanye, dan menganalisis hasilnya. Matrix v4.0 mencoba menyederhanakan alur tersebut dalam satu sistem, dengan fokus distribusi pada kanal seperti TikTok, Instagram, dan platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada.
Produksi Konten Berbasis AI
Platform ini menggunakan AI Creative Engine untuk menghasilkan materi seperti copy media sosial, poster, dan video pendek berdasarkan informasi produk, positioning brand, serta target audiens. Tigo AI mengklaim proses generasi materi tertentu dapat berlangsung sekitar 0,8 detik, meski tingkat efisiensi pada praktiknya bisa berbeda tergantung kompleksitas materi. Sistem ini juga mendukung beberapa bahasa, termasuk Indonesia, Inggris, dan Mandarin, untuk membantu bisnis yang beroperasi di beberapa negara.
Layanan Disesuaikan dengan Skala Bisnis
Tigo AI menyatakan layanannya dibedakan berdasarkan skala bisnis: brand besar mendapat kombinasi produksi konten volume tinggi, jaringan micro-creator, dan analisis data lintas kanal; bisnis yang sedang berkembang lebih diarahkan pada peningkatan traffic dan konversi di kanal e-commerce; sementara UMKM mendapatkan sistem yang lebih sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada tim marketing khusus.
Perusahaan menyebut akan terus mengembangkan fitur tambahan seperti produksi konten multibahasa, live streaming virtual, mekanisme anti-fraud, serta pengendalian risiko kampanye ke depannya.
Catatan Redaksi. Micro-creator adalah kreator konten dengan jumlah pengikut relatif kecil, biasanya puluhan ribu, namun cenderung memiliki tingkat interaksi lebih tinggi karena audiensnya lebih spesifik dan personal dibanding akun besar. Model yang menggabungkan produksi konten, jaringan kreator, dan analisis data dalam satu sistem seperti ini lazim disebut martech stack terintegrasi, berbeda dari cara lama yang memakai alat terpisah untuk tiap fungsi sehingga data kampanye sulit disatukan.
Sumber: Tigo AI.





