Huawei Perbarui Jaringan Cerdas Xinghe untuk Asia-Pasifik

Huawei Perbarui Jaringan Cerdas Xinghe untuk Asia-Pasifik

Huawei menggelar Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific di Bali yang dihadiri lebih dari 500 pemimpin industri, pakar teknis, dan mitra ekosistem. Dalam ajang tersebut, perusahaan teknologi asal Tiongkok ini memperkenalkan pembaruan Solusi Jaringan Cerdas Xinghe untuk kawasan Asia-Pasifik dengan mengusung filosofi baru bertajuk “Konektivitas yang Aman dan Cerdas”.

Pembaruan ini merespons lonjakan adopsi agen kecerdasan artifisial (AI) di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, keuangan, hingga tata kelola perkotaan di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Di sisi lain, Huawei mencatat insiden serangan siber berbasis AI melonjak hingga 327%, sementara ketidakstabilan jaringan turut meningkat seiring makin dalamnya integrasi AI ke proses bisnis inti perusahaan.

Bacaan Lainnya

Empat Portofolio Utama

Pembaruan arsitektur jaringan Huawei mencakup empat portofolio: Xinghe AI Fabric 2.0, Xinghe Intelligent WAN, Xinghe AI Campus, dan Xinghe AI Network Security. Salah satu inovasi andalannya adalah Hyper-Converged Fabric yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas inferensi AI hingga 20%, serta papan keamanan kuantum (QKD) yang kini dapat dipasang langsung pada router sehingga menekan belanja modal operasional hingga 60%. Huawei juga memperkenalkan sistem AI Firewall berlapis tiga dengan pendekatan “memerangi AI dengan AI” untuk mendeteksi ancaman siber yang belum dikenal.

Menurut manajemen Huawei, pergeseran menuju jaringan yang berpusat pada AI kini bertumpu pada empat pilar utama: efisiensi komputasi, integrasi sensor dan komunikasi, keamanan menyeluruh, serta otonomi jaringan tingkat tinggi. Pendekatan ini diklaim mampu mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tanpa kehilangan data sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai industri.

Selain solusi tingkat enterprise, Huawei turut merilis 20 produk jaringan eKit yang menyasar segmen usaha kecil dan menengah (UKM), serta dua white paper teknis mengenai AI Firewall dan AI Campus berkecepatan 10 Gbps sebagai panduan standar industri dalam membangun infrastruktur jaringan yang aman dan tangguh di era kecerdasan artifisial.

Catatan Redaksi. QKD atau quantum key distribution adalah metode pertukaran kunci enkripsi memakai prinsip fisika kuantum, sehingga upaya penyadapan di tengah jalan secara teoretis bisa terdeteksi karena mengubah keadaan kuantum yang dikirim. Adapun sistem ‘memerangi AI dengan AI’ merujuk pada firewall yang memakai machine learning untuk mengenali pola serangan baru, berbeda dari firewall konvensional yang mengandalkan basis data ancaman yang sudah dikenal sebelumnya.

Sumber: Huawei.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan