DBS Tunjuk Adrian Chai sebagai Presdir DBS Indonesia Baru

DBS Tunjuk Adrian Chai sebagai Presdir DBS Indonesia Baru

DBS Group mengumumkan serangkaian penunjukan pemimpin senior yang berasal dari pengembangan talenta internal, menyusul rencana pensiun Sebastian Paredes, Head of North Asia sekaligus CEO DBS Hong Kong, yang akan mengakhiri masa tugas eksekutifnya efektif 1 Maret 2027 setelah 16 tahun berkarier di bank tersebut. Paredes akan tetap terlibat dalam kapasitas sebagai Senior Advisor.

Posisi CEO DBS Hong Kong akan diisi oleh Ng Sier Han, yang saat ini menjabat CEO DBS Taiwan, efektif 1 Maret 2027. Di bawah kepemimpinan Ng sejak 2023, DBS Taiwan mencatatkan laba bersih rekor SGD 410 juta pada 2025 dan berhasil menjadikan DBS sebagai bank asing terbesar di Taiwan melalui integrasi bisnis konsumer Citi.

Bacaan Lainnya

Lim Chu Chong Pindah ke Taiwan

Kursi yang ditinggalkan Ng di Taiwan akan diisi oleh Lim Chu Chong, yang selama ini menjabat Presiden Direktur DBS Indonesia sejak Agustus 2022. Penunjukan ini berlaku efektif 1 Januari 2027. Selama masa kepemimpinannya di Indonesia, Lim tercatat memimpin pertumbuhan laba bersih dua digit pada 2025 serta memperkuat posisi DBS di segmen institutional banking, pembiayaan berkelanjutan, dan wealth management.

Sebagai penggantinya di Indonesia, DBS menunjuk Adrian Chai, yang sebelumnya menjabat Managing Director di Institutional Banking Group (IBG) dan memimpin cakupan sektor otomotif, pangan dan agribisnis, serta logam dan pertambangan. Chai akan resmi menjabat sebagai Presiden Direktur DBS Indonesia mulai 1 Desember 2026, dengan seluruh penunjukan ini masih tunduk pada persyaratan dan persetujuan regulator yang berlaku.

CEO DBS, Tan Su Shan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Paredes selama memimpin transformasi DBS Hong Kong hingga meraih laba bersih tertinggi SGD 1,61 miliar pada 2025. Ia menilai penunjukan Ng, Lim, dan Chai mencerminkan kekuatan jajaran kepemimpinan internal DBS serta rekam jejak mereka dalam memberikan hasil bagi organisasi.

Catatan Redaksi. Integrasi bisnis konsumer Citi yang disebut di artikel merujuk pada langkah bank-bank Asia mengambil alih unit ritel Citigroup di sejumlah negara setelah Citi memutuskan mundur dari perbankan konsumer di kawasan ini sejak 2021. Sementara itu, institutional banking adalah lini bisnis yang melayani korporasi dan lembaga besar, seperti pinjaman, pembiayaan perdagangan, dan pengelolaan kas, berbeda dari perbankan ritel yang menyasar nasabah perorangan.

Sumber: PT Bank DBS Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan