Kenapa Proyek AI Canggih Sering Gagal di Pasar?

Kenapa Proyek AI Canggih Sering Gagal di Pasar?
Ilustrasi. Foto: Thirdman/Pexels

Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang canggih ternyata tidak otomatis membuat sebuah produk digital sukses di pasaran. Tanpa strategi bisnis yang matang, banyak proyek AI berakhir hanya sebagai prototipe tanpa pernah menghasilkan nilai bisnis nyata.

Menjawab persoalan itu, Telkom AI Center of Excellence melalui jaringan Telkom AI Connect menggelar webinar bertajuk “AI Project Go-to-Market & Monetization Strategy” secara daring pada 20 Juli 2026. Acara ini menjadi bagian dari pendampingan bagi enam tim inovator AI Connect Makassar yang tengah mengembangkan solusi berbasis AI.

Read More

Strategi Sebelum Produk Masuk Pasar

Narasumber utama, M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI sekaligus Business and Community Lead Telkom AI Connect Malang, memaparkan tahapan penting dalam menyusun strategi go-to-market khusus produk AI. Ia membahas fenomena umum di mana produk dengan akurasi teknis tinggi justru sulit menghasilkan keuntungan, serta pentingnya memvalidasi problem-solution fit, menentukan model bisnis, memilih skema monetisasi seperti langganan (SaaS), hingga menyusun struktur harga yang sesuai kebutuhan pasar.

Ziaelfikar juga menyoroti aspek psikologi pasar dalam adopsi teknologi AI. Menurutnya, pengembang perlu menghindari membangun ekspektasi berlebihan pada calon pengguna. “Asumsi yang kita semua perlu hindari, apalagi mengenai AI, adalah menganggap dan menilai AI terlalu tinggi, dalam arti memercayai AI hingga ‘percaya buta’. Jika hal demikian terjadi, calon pengguna justru bisa menjadi ragu dan takut untuk mencoba menggunakan AI,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mengedukasi pasar tentang batasan fungsionalitas dan nilai nyata produk AI menjadi kunci membangun kepercayaan pengguna, sehingga proses adopsi dan monetisasi dapat berjalan lebih mulus. Selain pembekalan strategi bisnis, para peserta juga terus didampingi dari sisi teknis agar solusi yang dikembangkan berpeluang lebih besar diterima pasar dan diimplementasikan secara berkelanjutan.

Sumber: Telkom AI Connect.

Related posts

Leave a Reply