
Proyek hilirisasi nikel dinilai mampu menciptakan nilai tambah dari hasil tambang sekaligus mendorong ketangguhan ekonomi di daerah sekitar kawasan industri. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah, yang dikerjakan oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.
Pengamat lingkungan Irwan Ridwan menilai proyek hilirisasi semacam ini pada dasarnya sudah dirancang untuk mendongkrak ekonomi lokal sejak tahap pra-studi kelayakan hingga studi kelayakan. Ia berharap komitmen peningkatan ekonomi dan kualitas sosial masyarakat benar-benar dijalankan saat proyek beroperasi, bukan sekadar formalitas untuk memenuhi kewajiban administratif.
Bagian dari Proyek Strategis Nasional
HPAL Sambalagi merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang termasuk proyek strategis nasional untuk mempercepat hilirisasi mineral. Dengan nilai investasi sekitar US$2 miliar, proyek ini diharapkan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional melalui pengolahan nikel bernilai tambah tinggi, sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kualitas hidup warga. Menurutnya, kolaborasi yang membuka ruang bagi UMKM lokal serta akses terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
Dampak positif hilirisasi nikel tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik yang mencatat Produk Domestik Regional Bruto Sulawesi Tengah tumbuh 8,32 persen secara tahunan pada triwulan I-2026. Pertumbuhan itu terutama didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan yang melesat hingga 15,09 persen.
Sumber: siaran pers MIND ID melalui Vritimes.





