
Banyak orang pernah menghadapi situasi ketika beberapa kebutuhan muncul dalam waktu bersamaan, misalnya kendaraan yang perlu diperbaiki, tagihan yang jatuh tempo, sekaligus kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan menyusun skala prioritas menjadi kunci agar keuangan tetap terjaga dan keputusan yang diambil tidak terburu-buru.
PT Bank Neo Commerce Tbk menyarankan langkah pertama adalah membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan. Kebutuhan pokok, biaya kesehatan, atau pendidikan umumnya perlu didahulukan dibandingkan pembelian yang sifatnya konsumtif. Setelah itu, mencatat seluruh pengeluaran ke dalam beberapa kategori—seperti kebutuhan harian, tagihan rutin, cicilan, dana darurat, dan kebutuhan tambahan—akan membantu memetakan pos mana yang paling mendesak.
Gunakan Dana Darurat dan Pinjaman Secara Bijak
Jika tersedia, dana darurat sebaiknya digunakan sesuai fungsinya, yakni menutup kebutuhan yang benar-benar tak terduga, dan diisi kembali secara bertahap setelah kondisi stabil. Apabila dana darurat tidak mencukupi dan tambahan pembiayaan diperlukan, penting untuk memastikan pinjaman yang diambil berasal dari lembaga jasa keuangan berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta memahami suku bunga, biaya, tenor, dan total kewajiban sebelum mengajukan.
Perusahaan juga mengingatkan agar nominal pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan riil, bukan sekadar mengambil limit maksimal yang ditawarkan. Semakin besar pinjaman, semakin besar pula kewajiban yang harus dipenuhi sesuai perjanjian, sehingga kemampuan membayar tetap menjadi pertimbangan utama.
Sebagai salah satu opsi pembiayaan, Bank Neo Commerce menawarkan layanan Neo Pinjam melalui aplikasi neobank, dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 24 bulan sesuai hasil evaluasi bank serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan menekankan bahwa fitur, limit, tenor, dan biaya dapat berubah mengikuti kebijakan yang berlaku, dan pinjaman tetap merupakan komitmen finansial yang perlu disesuaikan dengan kemampuan membayar.
Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.





