
Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan terintegrasi Menara Jakarta di Jakarta Pusat meluncurkan program promosi bertajuk Promo Kemerdekaan 17•8•45. Program ini menyasar konsumen yang berminat memiliki unit hunian maupun ruang perkantoran di kawasan tersebut, dengan sejumlah kemudahan finansial sebagai daya tarik utama.
Tiga Benefit Utama
Promo yang berlaku hingga 31 Agustus 2026 ini menawarkan tiga keuntungan sekaligus, yaitu bebas biaya pengelolaan lingkungan (IPL) selama 17 bulan, voucher belanja ASRI Living senilai Rp 8 juta, serta skema cicilan langsung dari pengembang hingga 45 kali tanpa bunga. Kombinasi ini dirancang untuk meringankan beban pembayaran awal sekaligus menambah nilai lebih bagi pembeli properti.
Skema cicilan tanpa bunga dinilai memberi fleksibilitas lebih besar bagi konsumen yang ingin mencicil dengan tenor lebih panjang tanpa tambahan biaya bunga dari pengembang, sementara pembebasan IPL turut memangkas pengeluaran rutin di tahun-tahun awal kepemilikan.
Kawasan Terintegrasi di Jakarta Pusat
Menara Jakarta merupakan kawasan hunian dan perkantoran terintegrasi seluas lima hektare yang menyediakan beragam pilihan properti, mulai dari apartemen hingga unit perkantoran, dengan dukungan area komersial dan ruang gaya hidup dalam satu lingkungan. Lokasinya berdekatan dengan Stasiun Rajawali dan memiliki akses menuju kawasan Kemayoran, sehingga dinilai memudahkan mobilitas penghuni menuju berbagai area bisnis dan fasilitas publik di sekitarnya.
Melalui kombinasi lokasi strategis dan program promosi bertepatan dengan momen kemerdekaan, pengembang berharap dapat menarik minat masyarakat yang tengah mencari properti dengan skema pembayaran yang lebih ringan.
Catatan Redaksi. IPL atau iuran pengelolaan lingkungan adalah biaya rutin yang dibayarkan penghuni kawasan hunian atau perkantoran terintegrasi untuk menutup perawatan fasilitas bersama, seperti keamanan, kebersihan, dan area komersial. Skema cicilan tanpa bunga langsung dari pengembang berbeda dari kredit pemilikan properti lewat bank, karena pembayaran dan risikonya ditanggung sendiri oleh pengembang tanpa melibatkan lembaga pembiayaan pihak ketiga.
Sumber: Menara Jakarta.





