IAPI Gelar Pelatihan Sertifikasi PBJP Level 1 di Semarang

IAPI Gelar Pelatihan Sertifikasi PBJP Level 1 di Semarang

Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 di Semarang. Program ini menggunakan model blended learning dengan total 48 jam pelajaran, memadukan pembelajaran daring dan tatap muka.

Rangkaian kegiatan terdiri dari sesi e-learning yang berlangsung sekitar dua minggu, dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka selama dua hari, dan diakhiri dengan uji kompetensi pada hari terakhir. Sesi tatap muka dan uji kompetensi digelar di Holiday Inn Express Semarang.

Materi Pelatihan

Peserta akan mempelajari sejumlah topik inti seputar pengadaan pemerintah, mulai dari pengantar PBJP, perencanaan pengadaan, tata cara pemilihan penyedia barang/jasa, pengelolaan kontrak, hingga pengadaan secara swakelola. Materi manajemen rantai pasok (supply chain management) turut disertakan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap ekosistem pengadaan secara menyeluruh.

Biaya dan Pilihan Paket

IAPI menawarkan beberapa skema biaya kepada calon peserta, mulai dari paket tanpa penginapan sebesar Rp5.500.000, paket menginap twin share Rp6.750.000, paket menginap kamar single Rp7.250.000, hingga opsi khusus mengikuti ujian saja seharga Rp1.750.000.

Sertifikasi PBJP Level 1 ini ditujukan bagi individu yang ingin memiliki kompetensi resmi di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, sebuah keahlian yang semakin dibutuhkan seiring meningkatnya kebutuhan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel di berbagai instansi.

Catatan Redaksi. Sertifikasi PBJP menjadi syarat kompetensi resmi bagi individu yang menjalankan fungsi pengadaan di instansi pemerintah, mengacu pada aturan LKPP yang mewajibkan pengadaan barang/jasa negara dikerjakan oleh tenaga bersertifikat agar prosesnya bisa dipertanggungjawabkan. Model blended learning menggabungkan belajar mandiri secara daring untuk materi dasar dengan tatap muka untuk praktik dan diskusi kasus, sebelum peserta diuji langsung kompetensinya, sehingga waktu tatap muka bisa lebih efisien dibanding pelatihan konvensional yang seluruhnya di kelas.

Sumber: IAPI Indonesia.

Related posts

Leave a Reply