Diplomasi Peradaban RI-India Makin Kuat di Era Prabowo

Diplomasi Peradaban RI-India Makin Kuat di Era Prabowo
Ilustrasi (AI)

Hubungan Indonesia dan India semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh apa yang disebut sebagai “diplomasi peradaban” — pendekatan yang menekankan akar sejarah dan budaya bersama kedua bangsa, bukan sekadar kedekatan geografis. Istilah ini kembali mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India pada Januari 2025 dan menyebut dirinya memiliki “DNA India”, merujuk pada jejak pengaruh budaya India yang telah tertanam di Nusantara sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit.

Warisan Sejarah hingga Kemitraan Modern

Selama lebih dari dua milenium, jalur perdagangan muson menghubungkan Nusantara dengan anak benua India, membawa serta aksara, agama, dan tradisi istana yang memengaruhi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Jejak itu masih terlihat hingga kini, mulai dari nama-nama tempat berbahasa Sanskerta di Jawa dan Sumatra hingga kelestarian budaya Bali. Momentum hubungan kedua negara sempat meredup usai kemerdekaan, sebelum kembali menguat lewat peningkatan status menjadi Kemitraan Strategis pada 2005 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lalu menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2018 di masa Presiden Joko Widodo.

Bacaan Lainnya

Perdagangan dan Pertahanan Jadi Penggerak

Nilai perdagangan bilateral sempat melonjak dari sekitar US$3,5 miliar pada 2004 menjadi hampir US$38 miliar pada 2022, meski kemudian turun akibat fluktuasi harga komoditas global. Indonesia memasok batu bara, sawit, dan nikel, sementara India mengekspor produk farmasi, mesin, dan layanan teknologi informasi. Kedua negara juga disebut berpeluang besar berkolaborasi dalam rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Di bidang pertahanan, kerja sama berkembang dari patroli maritim bersama sejak 2012 hingga ketertarikan Indonesia terhadap rudal jelajah BrahMos buatan India.

Visi Besar yang Beriringan

Kedua negara memiliki cita-cita pembangunan yang hampir sejalan: India dengan visi Viksit Bharat 2047 dan Indonesia dengan visi Indonesia Emas 2045, yang sama-sama mengandalkan bonus demografi sebagai mesin pertumbuhan. Sebagai dua negara demokrasi besar dengan total populasi lebih dari 1,75 miliar jiwa, Indonesia dan India dinilai memiliki fondasi kuat untuk memperdalam kemitraan lewat penguatan kelembagaan, investasi, serta hubungan antarmasyarakat yang lebih erat.

Sumber: Kedutaan Besar India di Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan