
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempercepat pengembangan Akses Bokoharjo, jalur penghubung dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY. Komitmen ini disampaikan melalui audiensi jajaran direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Kamis (6/8).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan pengembangan Akses Bokoharjo bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas ke Bantul dan sekitarnya. Perusahaan menargetkan akses ini bisa beroperasi fungsional untuk mendukung arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027.
Progres Pembangunan
Berdasarkan data terbaru, progres fisik Tol Jogja-Solo Paket 1.2 segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54 persen. Sementara Tol Jogja-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km sudah 98,68 persen dan diproyeksikan beroperasi akhir 2026. Kesiapan lahan untuk Akses Bokoharjo sendiri telah mencapai 99,38 persen dengan seluruh dokumen teknis rampung.
Akses Bokoharjo nantinya akan terintegrasi dengan Yogyakarta Outer Ring Road 2 dan rute alternatif Prambanan-Gading, sekaligus menjadi pintu masuk menuju destinasi wisata seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, dan Tebing Breksi. Jasa Marga berharap akses ini turut mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di kawasan tersebut.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, yang turut dikunjungi jajaran direksi Jasa Marga, berharap konektivitas ini dapat terus terhubung hingga wilayahnya agar wisatawan lebih mudah menjangkau destinasi unggulan tanpa melewati kepadatan pusat Kota Yogyakarta.
Catatan Redaksi. Istilah ‘beroperasi fungsional’ berarti ruas jalan sudah bisa dilewati kendaraan meski belum sepenuhnya rampung secara konstruksi dan belum dikenakan tarif tol, biasanya diberlakukan menjelang periode mudik atau libur panjang untuk memecah kepadatan di jalur eksisting. Akses Bokoharjo sendiri berbeda dari ruas tol utama karena berfungsi sebagai jalan penghubung dari gerbang tol menuju kawasan wisata, bukan bagian dari jalur tol berbayar itu sendiri.
Sumber: PT Jasa Marga (Persero) Tbk.





