BPOM Surabaya Latih 100 Pramuka Jadi Pelopor Keamanan Pangan

BPOM Surabaya Latih 100 Pramuka Jadi Pelopor Keamanan Pangan
Ilustrasi AI

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya menggelar Pendidikan dan Pelatihan Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (Diklat SAKA POM) 2026 sebagai upaya memperluas edukasi keamanan obat dan makanan hingga ke sekolah, kampus, dan masyarakat. Sebanyak 100 anggota Pramuka dilatih untuk menjadi pelopor yang mampu mengenali produk sesuai ketentuan dan menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.

Peserta terdiri atas Pramuka Penegak tingkat SMA/sederajat serta Pramuka Pandega dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Surabaya. Diklat dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah SAKA POM Jawa Timur sekaligus Kepala BPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, dan didukung oleh Gerakan Pramuka, Ikatan Apoteker Indonesia, serta pemerintah daerah.

Read More

Tiga Bidang Keahlian Utama

Selama pelatihan, peserta dibekali tiga krida utama, yaitu Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Pemantauan Obat dan Makanan, serta Informasi Obat dan Makanan. Mereka juga dikenalkan pada layanan digital BPOM dan praktik langsung mendeteksi bahan berbahaya pada produk pangan.

Yudi Noviandi menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak dapat maksimal jika hanya mengandalkan BPOM. Menurutnya, kader muda SAKA POM diharapkan menjadi garda terdepan edukasi di lingkungan masing-masing sekaligus investasi jangka panjang untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan masyarakat.

Melalui program ini, BPOM di Surabaya berharap 100 kader yang telah dilatih dapat menjadi penggerak edukasi dan perpanjangan tangan lembaga dalam menyebarkan informasi akurat, sehingga masyarakat semakin mampu memilih produk yang aman dan bermutu.

Sumber: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.

Related posts

Leave a Reply