
Tapanuli Selatan, 5 Februari 2026 — Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program yang dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PT PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Progres pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari BenihBaik.com, platform kolaborasi kemanusiaan. Founder BenihBaik.com, Andi F. Noya, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dan PTPN IV sebagai model penanganan pascabencana yang melampaui pola bantuan konvensional.
“Yang dibangun di sini bukan sekadar tempat berteduh sementara, tetapi fondasi kehidupan yang bermartabat. Ini bisa menjadi standar baru penanganan terpadu pascabencana,” ujar Andi saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Batangtoru, awal pekan lalu.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung pembangunan huntap di kawasan Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan PTPN IV untuk relokasi warga.
Sebagai bentuk komitmen korporasi di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyediakan total sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara. Salah satunya berada di Afdeling II Kebun Hapesong seluas lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.
Kawasan hunian ini dirancang sebagai lingkungan terpadu dengan fasilitas pendukung, seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara itu, di Afdeling I Kebun Hapesong, PTPN IV juga menyiapkan lahan lima hektare sebagai zona huntara untuk menampung warga selama masa transisi.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi warga dari lokasi rawan bencana. “Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Target kontrak pembangunan huntap dijadwalkan selesai pada April 2026, meskipun Pemkab Tapsel terus mendorong agar penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa komitmen perusahaan, sejalan dengan arahan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tidak berhenti pada penyediaan lahan dan rumah semata. Pemulihan sosial dan ekonomi warga menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi.
“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” kata Jatmiko.
Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga.





